Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa pemerintahannya sempat mempertimbangkan kemungkinan membunuh Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam operasi penangkapan yang dilakukan oleh Amerika Serikat, sebuah pernyataan yang kembali memicu perhatian dan kritik internasional.
“Itu bisa saja terjadi,” kata Trump kepada wartawan, Sabtu, saat ditanya apakah opsi mematikan turut dipertimbangkan dalam operasi tersebut.
Trump mengatakan Maduro sempat berupaya melarikan diri ke lokasi yang dianggap aman ketika operasi berlangsung, namun upaya tersebut tidak berhasil.
Baca Juga: Peringatkan Elite Venezuela, Trump: Nasib Maduro Bisa Terulang Jika Abaikan Rakyat
Dalam pernyataan terpisah yang dikutip sejumlah media, Caine menyebutkan bahwa Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang menurut pihak AS telah menghadapi dakwaan, akhirnya menyerah dan ditahan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat dengan dukungan militer.
Caine menegaskan operasi tersebut dijalankan dengan “profesionalisme dan presisi” serta tidak menimbulkan korban jiwa di pihak Amerika Serikat.
Baca Juga: Trump Klaim Banyak Warga Kuba Tewas Saat Pasukan AS Tangkap Nicolas Maduro
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. ANTARA/Anadolu/pri. (Antara)