Ntvnews.id, Jakarta - Atas perintah Presiden Donald Trump, militer Amerika Serikat (AS) menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Penangkapan ini dinilai memunculkan potensi konflik antara pendukung dan penentang Maduro, baik di Venezuela maupun antarnegara dunia.
Menyikapi kondisi ini, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk segera menetapkan status siaga dan menyiapkan skenario darurat terkait eskalasi konflik di Venezuela.
Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono mengatakan, prioritas utama saat ini adalah menjamin keselamatan warga negara Indonesia (WNI) di sana. Sebab situasi dan kondisi di Karakas dinilai berkembang sangat cepat serta tak menentu.
"Kami mengimbau Kemenlu untuk memantau perkembangan secara intensif dan menyiapkan rencana darurat jika kondisi keamanan memburuk," ujar Dave, Senin, 5 Januari 2026.
DPR meminta pemerintah tak lengah dalam menyiapkan logistik serta jalur evakuasi. Walau begitu, setiap langkah diplomasi harus tetap bersandar pada prinsip politik luar negeri bebas aktif serta penghormatan terhadap kedaulatan negara lain.
"Kita tidak boleh gegabah, tetapi kesiapan evakuasi harus disusun sejak dini agar pemerintah dapat bergerak cepat dalam keadaan mendesak," tandas politikus Golkar.
Maduro ditangkap oleh pasukan AS dalam operasi malam hari di Venezuela. (Istimewa)