Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung angkat bicara terkait maraknya aksi tawuran yang kembali terjadi di Jakarta pada awal tahun ini.
Fenomena tawuran yang melibatkan kelompok warga, khususnya generasi muda, dinilai perlu ditangani dengan langkah konkret dan berkelanjutan agar tidak terus berulang.
Pramono menegaskan, akar persoalan tawuran bukan semata soal penindakan, melainkan bagaimana energi dan potensi para pelaku dapat disalurkan ke arah yang lebih positif. Menurutnya, pekerjaan dan aktivitas produktif menjadi kunci utama untuk menekan angka tawuran di Ibu Kota.
Pramono Anung (Ntvnews.id/Adiansyah)
"Jadi paling utama sebenarnya energinya itu harus tersalurkan secara benar. Dan untuk itu, maka ruang untuk yang melakukan tawuran ya energinya disalurkan. Bekerja," ucapnya di Jakarta Selatan, Senin, 5 Januari 2025.
Menanggapi pertanyaan mengenai usulan pencabutan bantuan sosial (bansos) bagi keluarga pelaku tawuran, Pramono menyampaikan bahwa hal tersebut belum menjadi bahan pertimbangan Pemprov DKI Jakarta.
Ia menegaskan fokus pemerintah saat ini masih pada upaya pencegahan dan pembinaan, bukan pada sanksi sosial terhadap keluarga.
"Saya belum memikirkan itu," terang Pramono Anung.
Pramono Anung (Ntvnews.id/Adiansyah)