Rano Karno Dorong Percepatan Pemberantasan TBC

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Jan 2026, 20:43
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Rano Karno Rano Karno (Humas DKI)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam hal penanganan tuberkulosis (TBC), menjadi salah satu prioritas kesehatan masyarakat. Upaya ini dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas sektor serta optimalisasi peran tenaga kesehatan hingga kader TBC di tingkat paling bawah.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyampaikan bahwa percepatan penanggulangan TBC melibatkan Dinas Kesehatan, pemerintah kota, kecamatan, kelurahan, hingga kader TBC di seluruh wilayah Jakarta. Menurutnya, sinergi menjadi kunci utama untuk menekan angka penularan penyakit menular tersebut.

"TBC di Jakarta itu urutan delapan provinsi (di Indonesia), itu termasuk tinggi. Enggak perlu kita tutup-tutupi, itu perlu kita kerjakan bersama-sama. Itu juga menjadi perhatian Presiden untuk percepatan pemberantasan TBC," katanya di Jakarta Barat, Senin, 5 Januari 2026.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, sepanjang Januari hingga November 2025 tercatat sekitar 45 ribu kasus TBC aktif yang berhasil ditemukan dari target tahunan sekitar 70 ribu kasus. Sementara itu, wilayah Jakarta Barat menyumbang sekitar 11 ribu kasus TBC aktif selama tahun 2025.

Baca Juga: Menko PMK: TBC Masuk Tahap Darurat, Perlu Penanganan Setara Pandemi

Penularan virus TBC <b>(Pixabay.com )</b> Penularan virus TBC (Pixabay.com )

Baca Juga: Mendagri Tito Dorong Kepala Daerah Manfaatkan Kewenangan untuk Atasi TBC

Menindaklanjuti temuan tersebut, Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Barat menggencarkan berbagai langkah strategis, terutama dalam hal pengobatan dan pengawasan pasien.

Kepala Sudinkes Jakarta Barat, Sahruna, menyatakan bahwa pengobatan pasien TBC dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

"Tindak lanjut yang dilaksanakan adalah melakukan pengobatan terhadap pasien TBC," katanya, dikutip dari Antara.

Selain pengobatan, pengawasan ketat juga dilakukan untuk memastikan pasien menjalani terapi hingga tuntas. Langkah ini penting guna mencegah penularan lebih luas serta menghindari resistensi obat.

Untuk memutus rantai penularan TBC, Sudinkes Jakarta Barat juga melakukan investigasi kontak terhadap keluarga atau orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien. Jika dalam investigasi ditemukan kasus TBC aktif, maka akan langsung dilakukan penatalaksanaan pengobatan sesuai standar.

"Pada proses investigasi kontak, bila hasil pemeriksaan ditemukan kontak serumah atau erat dalam kondisi sehat, maka dilakukan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) selama tiga atau enam bulan," ujar Sahruna.

HIGHLIGHT

x|close