Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadwalkan menggelar pertemuan dengan Presiden Kolombia Gustavo Petro di Gedung Putih dalam waktu dekat. Rencana pertemuan tersebut muncul di tengah ketegangan hubungan kedua pemimpin.
Dilansir dari AFP, Jumat, 9 Januari 2026, agenda pertemuan itu disusun setelah Trump sebelumnya menuduh Petro terlibat dalam perdagangan narkoba. Rencana ini disepakati usai keduanya melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon.
Melalui akun Truth Social, Trump mengungkapkan bahwa dirinya telah berbincang langsung dengan Petro lewat telepon. Dalam percakapan tersebut, keduanya membahas perbedaan pandangan yang sempat mencuat belakangan ini, termasuk isu perdagangan narkotika.
"Saya menghargai telepon dan nada bicaranya, dan berharap dapat bertemu dengannya dalam waktu dekat" di Gedung Putih," ujar Trump.
Baca Juga: Presiden Kolombia Tegaskan Siap Bela Negara Usai Dituduh Trump Terkait Narkoba
Sebelumnya, Trump melontarkan tuduhan keras dengan menyebut Petro sebagai pengedar narkoba. Tuduhan itu langsung menuai reaksi keras dari Petro yang dengan tegas membantahnya.
Pernyataan Trump tersebut disampaikan setelah pasukan Amerika Serikat melancarkan serangan ke Caracas, ibu kota Venezuela, pada Sabtu, 3 Januari 2026. Serangan mendadak itu menyasar sejumlah target militer dalam upaya menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Pengunjuk rasa dari berbagai aliansi membakar bendera AS dan poster bergambar presiden AS Donald Trump saat menggelar aksi solidaritas untuk Venezuela di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Selasa (6/1/2026). Dalam aksi solidaritas tersebu (Antara)
Saat berbicara kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan Air Force One pada Minggu, 4 Januari 2026, Trump bahkan melontarkan ancaman serupa terkait kemungkinan tindakan militer terhadap Kolombia.
Trump menyebut negara di Amerika Selatan itu sebagai wilayah yang "juga sangat sakit" dan menudingnya "dijalankan oleh orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat."
Baca Juga: Setelah Maduro, Trump Ancam Tangkap Presiden Kolombia Gustavo Petro
"Dia memiliki pabrik kokain dan tidak akan melakukannya lagi dalam waktu sangat lama," kata Trump.
Ketika ditanya apakah intervensi militer seperti yang dilakukan terhadap Venezuela juga akan diterapkan pada Kolombia, Trump menjawab singkat: "Kedengarannya bagus bagi saya."
"Anda tahu mengapa, karena mereka membunuh banyak orang," klaim Trump tanpa menyertakan bukti.
Menanggapi tudingan tersebut, Presiden Kolombia Gustavo Petro secara tegas membantah pernyataan Trump. Ia menegaskan bahwa namanya tidak muncul dalam catatan pengadilan.
Presiden Kolombia Gustavo Petro (NBC News)