Bahlil Laporkan Ketahanan Energi dan Evaluasi Izin Tambang ke Prabowo di Istana

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mei 2026, 17:35
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan kondisi ketahanan energi nasional serta perkembangan evaluasi izin usaha pertambangan dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.

Usai rapat, Bahlil menyampaikan bahwa kondisi pasokan energi nasional masih berada dalam batas aman.

“Tadi saya melaporkan pada presiden (Prabowo) kaitannya dengan kesiapan BBM kita sampai dengan hari ini, maupun LPG, Maulin crude, semua di atas standar minimum nasional. Jadi insyaallah enggak ada masalah,” kata Bahlil.

Baca Juga: BGN Temukan Dapur MBG di Pulo Gebang Belum Kantongi SLHS dan IPAL

Selain itu, Bahlil juga melaporkan proses penataan izin usaha pertambangan (IUP), khususnya yang berada di kawasan hutan dan izin-izin yang dinilai tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

“Kedua, kami lapor tentang penataan terhadap izin tambang khususnya di kawasan hutan dan beberapa IUP yang selama ini tidak difungsikan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia <b>(NTVnews)</b> Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (NTVnews)

Menurut Bahlil, terdapat sejumlah perusahaan yang telah mengantongi izin lengkap, namun aktivitas pertambangannya tidak pernah berjalan.

“Artinya sudah ada IUP, izin lengkap tapi enggak pernah dijalankan,” ucapnya.

Baca Juga: Prabowo Dorong ASEAN Percepat Diversifikasi Energi di Tengah Krisis Global

Lebih lanjut, Bahlil menyebut evaluasi terhadap izin tambang tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo sejak sekitar dua bulan lalu.

“Ini sudah presiden menginstruksikan sejak dua bulan lalu kalau enggak salah untuk dilakukan evaluasi dan saya melaporkan perkembangan-perkembangan itu,” kata Bahlil.

x|close