Rupiah Melemah ke Rp17.500 per Dolar AS, BI: Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mei 2026, 13:09
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kepala Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso Kepala Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Bank Indonesia (BI) buka suara terkait pelemahan nilai tukar rupiah yang kini menembus level Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS). 

Bank sentral meyakini tekanan terhadap mata uang Rupiah hanya bersifat sementara dan fundamental ekonomi domestik tetap kuat.

Kepala Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso mengatakan pelemahan rupiah dipicu oleh meningkatnya tekanan eksternal akibat memanasnya konflik di Timur Tengah sejak akhir Februari 2026. 

Kondisi tersebut mendorong lonjakan harga minyak dunia hingga lebih dari 40 persen dan mengguncang pasar keuangan global.

"Faktor dinamika global ini yang membuat mayoritas mata uang di dunia juga melemah. Tidak hanya rupiah ada peso Filipina, baht Thailand, India rupee, hingga mata uang Amerika Selatan seperti di Chile dan won Korea Selatan," ucapnya di Kantor Bank Indonesia, Rabu 13 Mei 2026.

Baca juga: Bank Indonesia dan Bareskrim Musnahkan 466.535 Lembar Uang Palsu

Selain faktor global, tingginya kebutuhan dolar AS di dalam negeri juga disebut menjadi penyebab tekanan terhadap rupiah. 

Meski demikian, BI memastikan terus melakukan langkah stabilisasi nilai tukar melalui intervensi aktif di pasar valuta asing. Intervensi dilakukan lintas zona waktu mulai dari pasar domestik di Jakarta hingga pasar Eropa dan Amerika Serikat.

"Kami tetap meyakini dengan langkah-langkah yang dilakukan, Rupiah akan stabil dan cenderung menguat karena fundamental ekonomi Indonesia itu sangat baik," lanjutnya.

Ia menambahkan, penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga juga terus dilakukan guna menjaga stabilitas sektor keuangan nasional. 

Baca juga: Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen di Tengah Gejolak Global

Upaya tersebut berjalan seiring implementasi tujuh langkah strategis BI yang sebelumnya disampaikan Gubernur Perry Warjiyo.

"Kami meyakini bahwa dengan sinergi bersama itu mampu membuat Rupiah akan stabil dan segera menguat," tandasnya.

x|close