Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Rabu 20 Mei 2026 di tengah meningkatnya ketidakpastian global terkait situasi geopolitik di Timur Tengah.
Adapun nilai tukar rupiah pagi ini turun 37 poin atau 0,21 persen ke level Rp17.743 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi ketidakpastian mengenai kesepakatan perdamaian di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia.
Menurutnya, kondisi tersebut turut memicu kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS serta penguatan indeks dolar AS terhadap mata uang global lainnya.
“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS di tengah ketidakpastian mengenai kesepakatan perdamaian Timur Tengah memicu kenaikan harga minyak mentah, imbal hasil obligasi AS dan indeks dolar AS," ucap Lukman, Rabu 20 Mei 2026.
Baca juga: Airlangga Sebut Tingginya Permintaan Dolar AS Tekan Rupiah ke Level Rp17.700
Baca juga: Rupiah Melemah ke Rp17.714 per Dolar AS Meski Harga Minyak Mulai Koreksi
Lebih lanjut, ia menyebut investor juga masih menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang akan diumumkan hari ini (20/5).
Ia menilai apabila BI menaikkan suku bunga sesuai ekspektasi pasar, langkah tersebut berpotensi memberikan dukungan terhadap pergerakan rupiah.
“Investor menantikan RDG BI sore ini yg apabila seperti yang diharapkan menaikkan suku bunga akan sedikit banyak mendukung rupiah,” katanya.
Lukman memperkirakan rupiah hari ini bergerak dalam kisaran Rp17.650 hingga Rp17.800 per dolar AS.
Mata uang Rupiah dan Dolar AS/ist