A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Airlangga Sebut Tingginya Permintaan Dolar AS Tekan Rupiah ke Level Rp17.700 - Ntvnews.id

Airlangga Sebut Tingginya Permintaan Dolar AS Tekan Rupiah ke Level Rp17.700

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Mei 2026, 10:00
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat ditemui di kantornya di Jakarta, Selasa (19/5/2026) (ANTARA/Bayu Saputra) Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat ditemui di kantornya di Jakarta, Selasa (19/5/2026) (ANTARA/Bayu Saputra) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan tingginya permintaan dolar Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu faktor utama yang menekan nilai tukar rupiah hingga menyentuh level Rp17.700 per dolar AS.

“Faktor global juga sangat mempengaruhi dan seperti yang saya sampaikan selama bulan ibadah haji ini kan demand terhadap dolar juga tinggi,” kata Airlangga di kantornya, Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.

Menurut dia, meningkatnya kebutuhan dolar AS saat ini dipengaruhi aktivitas pembayaran dividen perusahaan setelah musim laporan keuangan tahunan. Selain itu, kenaikan harga minyak dunia akibat konflik antara AS dan Iran turut memperbesar tekanan terhadap rupiah.

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Indonesia Naik Jadi 117,31 Dolar AS per Barel

Airlangga menilai kombinasi antara tingginya permintaan dolar AS dan lonjakan harga minyak global menjadi faktor eksternal yang cukup kuat memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah.

“Sesudah laporan keuangan, pembayaran dividen itu kebanyakan juga di bulan-bulan ini. Jadi memang demand-nya sedang tinggi. Plus harga minyak masih naik,” jelasnya.

Meski demikian, pemerintah berharap kondisi nilai tukar rupiah dapat membaik pada semester II tahun ini.

“Mudah-mudahan semester II bisa lebih baik lagi,” tambahnya.

Baca Juga: Dolar AS Menguat, Bahlil Pastikan Subsidi BBM Tetap Aman

Pada penutupan perdagangan Selasa, nilai tukar rupiah tercatat melemah 38 poin atau 0,22 persen menjadi Rp17.706 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp17.668 per dolar AS.

Sementara itu, analis Bank Woori Saudara Rully Nova menilai pelemahan rupiah juga dipengaruhi tren kenaikan harga minyak dunia yang masih berada di atas 100 dolar AS per barel.

“Rupiah pada perdagangan hari ini melemah dipengaruhi faktor domestik menanti hasil RDG BI (Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia) yang diumumkan besok dan ruang fiskal yang masih terbatas akibat subsidi membengkak seiring tren kenaikan harga minyak dunia masih di atas 100 dolar,” ujar Rully.

(Sumber: Antara)

x|close