Purbaya Pastikan Tiffany & Co Kembali Beroperasi Usai Disegel Bea Cukai

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jun 2026, 19:19
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membuka kembali gerai Tiffany & Co. yang sebelumnya disegel oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terkait dugaan pelanggaran di bidang kepabeanan berupa impor barang. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membuka kembali gerai Tiffany & Co. yang sebelumnya disegel oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terkait dugaan pelanggaran di bidang kepabeanan berupa impor barang. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membuka kembali gerai Tiffany & Co. yang sebelumnya disegel oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terkait dugaan pelanggaran di bidang kepabeanan berupa impor barang.

Purbaya menjelaskan, sebelumnya Bea Cukai telah melakukan audit kepabeanan dan menerbitkan Surat Penetapan Pabean sebesar Rp97,49 miliar, termasuk sanksi administratif berupa denda sebesar Rp78,50 miliar. 

Saat ini, pihak Tiffany & Co telah menyatakan kesanggupannya untuk memenuhi kewajiban tersebut termasuk pemenuhan sanksi administrasinya. 

"Jadi tadi kita ke Tiffany membuka segel, dan kita membuka saya dengan pemeriksanya dari Bea Cukai Jakarta, sudah dibuka. Jadi Tiffany sudah mau, ikut dengan peraturan pemerintah akan bayar, terus ke depan akan lebih baik," ucap Purbaya, Senin 8 Juni 2026.

Baca juga: Purbaya Respons Transaksi Dolar di Pelabuhan: Lapor Saya, Nanti Saya Hajar

Baca juga: Bea Cukai Kenakan Denda Rp98 Miliar kepada Tiffany & Co atas Dugaan Pelanggaran Administrasi Impor

Purbaya mengungkapkan, dengan dibukanya segel tersebut gerai Tiffany & Co. kini dapat kembali beroperasi dan menjalankan aktivitas bisnisnya.

Purbaya menegaskan pemerintah tetap menegakkan aturan kepabeanan dengan pendekatan yang tidak menghambat iklim investasi.

"Saya bilang ke mereka juga, kita nggak akan melakukan tindakan yang membuat mereka susah berbisnis, ke investor yang lain juga seperti itu," ungkap Purbaya.

"Selama asal mereka teratur nggak akan terjadi seperti itu lagi. Tapi yang ke depan kita akan pastikan nggak ada penyegelan kalau orangnya masih mau kompromi itu saja. Jadi mulai hari ini mereka bisa beroperasi lagi," tandasnya.

x|close