Ntvnews.id, Jakarta - Gerakan koperasi syariah di Indonesia dinilai tengah memasuki momentum penting untuk memperkuat perannya dalam perekonomian nasional. Dukungan tersebut kembali ditegaskan dalam Musyawarah Nasional (Munas) Ke-3 Insan Koperasi Syariah Indonesia (IKOSINDO) yang digelar di Bogor.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan komitmen pemerintah dalam mendukung perkembangan koperasi berbasis syariah. Menurutnya, forum Munas dapat menjadi sarana untuk mempererat kolaborasi sekaligus melahirkan berbagai gagasan strategis yang mendorong kemajuan sektor koperasi syariah di Indonesia.
"Semoga MUNAS ini menjadi ajang memperkuat sinergi dan melahirkan gagasan strategis untuk kemajuan koperasi syariah di Indonesia. Mari bersama perkuat koperasi syariah sebagai pilar ekonomi umat," kata Ferry dalam keterangannya, dikutip Kamis, 25 Juni 2026.
Pandangan Menkop tersebut sejalan dengan kehadiran sejumlah perwakilan pemerintah dalam kegiatan tersebut, termasuk Asisten Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi Niken Wulandari yang turut mengikuti rangkaian seminar nasional dan sesi diskusi dalam forum tersebut.
Munas Ke-3 IKOSINDO berlangsung pada 23–24 Juni 2026 di Hotel Salak The Heritage, Bogor. Kegiatan itu mengangkat tema "Memperkuat Sinergi Profesionalitas dan Kolaborasi Koperasi Syariah dalam Menghadapi Krisis Global dan Mendorong Kemandirian Ekonomi Indonesia".
Pelaksana Tugas Ketua IKOSINDO, Wawan Wikasno, menjelaskan pemilihan lokasi acara yang berdekatan dengan pusat pemerintahan bertujuan agar kontribusi dan aspirasi koperasi syariah dapat lebih mudah diketahui para pengambil kebijakan nasional.
Menurut Wawan, sistem ekonomi syariah perlu terus diperkuat sebagai penyeimbang model ekonomi konvensional karena dinilai memiliki prinsip yang lebih berkeadilan.
"Dalam perspektif Islam, sinergi dan kebersamaan merupakan fondasi penting dalam membangun kekuatan ekonomi umat. Islam mendorong umatnya untuk bersinergi, karena tangan Allah bersama jamaah," ujar Wawan.
Ia menambahkan, untuk membangun ekosistem ekonomi Islam yang Rahmatan lil 'Alamin, diperlukan kerja sama yang kuat antara tiga unsur utama, yakni koperasi syariah, pemerintah, dan dunia usaha. Sinergi tersebut dinilai penting agar distribusi manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Dukungan yang diberikan pemerintah melalui Kementerian Koperasi juga memunculkan optimisme di kalangan pelaku koperasi syariah. Mereka meyakini dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang, industri koperasi syariah memiliki peluang berkembang lebih pesat apabila mendapatkan pengakuan dan dukungan kebijakan yang semakin kuat.
Harapan tersebut juga berkaitan dengan upaya memperluas akses ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah melalui pengembangan koperasi syariah.
Munas IKOSINDO tahun ini diikuti oleh 207 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Selain delegasi dari Pulau Jawa, forum tersebut juga dihadiri peserta dari Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan paparan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kementerian Koperasi di Jakarta, Rabu (13/5/2026). ANTARA/HO-Kemenkop. (Antara)