Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Jumat 26 Juni 2026.
Adapun mata uang Garuda turun 45 poin atau 0,25 persen ke level Rp17.988 per dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah diperkirakan masih berada dalam tekanan menyusul data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang meningkat ke level tertinggi sejak Oktober 2023.
"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS setelah data inflasi AS PCE yang menunjukkan kenaikan pada inflasi inti mecapai tingkat tertinggi sejak Oktober 2023, serta pernyataan hawkish pejabat the Fed pagi ini," ucap Lukman, Jumat 26 Juni 2026.
Baca juga: Rupiah Kian Terpuruk, Dolar AS Hampir Tembus Rp18.000
Baca juga: Dolar AS Menguat, Rupiah Makin Dekat ke Level Rp18.000
Menurutnya, komentar sejumlah pejabat The Fed turut memperkuat sentimen positif bagi dolar AS.
Presiden Federal Reserve Bank of Chicago Austan Goolsbee dan Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams sama-sama menilai inflasi di Amerika Serikat masih terlalu tinggi.
"Pejabat the Fed Goolsbee dan Williiam keduanya mengatakan inflasi AS masih terlalu tinggi, hal ini meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh the Fed," lanjutnya.
Diperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini berada dalam kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS.
Petugas menghitung mata uang Rupiah dan Dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww) (Antara)