Pertamina Buka Peluang Turunkan Harga BBM Nonsubsidi Mulai Juli 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Jun 2026, 15:43
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan memberikan pernyataan pers di Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026. Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan memberikan pernyataan pers di Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan mendorong manajemen perusahaan untuk mulai menyiapkan langkah penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi menyusul tren penurunan harga minyak mentah dunia dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Iriawan, kondisi pasar global saat ini membuka peluang bagi Pertamina untuk melakukan evaluasi harga BBM nonsubsidi secara bertahap mulai Juli 2026.

“Kami dari jajaran dewan komisaris mendorong direksi, manajemen (Pertamina) untuk segera menyesuaikan dengan harga minyak (mentah) dunia yang sudah mulai turun,” kata Iriawan saat ditemui di Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026.

Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di level 71,533 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent diperdagangkan pada kisaran 74,835 dolar AS per barel.

Baca Juga: Harga BBM di SPBU Pertamina Naik 1 Juli 2025, Pertamax Jadi Rp12.500 per Liter

Iriawan mengatakan pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan direksi Pertamina dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membahas kemungkinan penyesuaian harga BBM nonsubsidi.

Saat ini, harga BBM nonsubsidi di SPBU Pertamina yang berlaku sejak 10 Juni 2026 menunjukkan Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Pertamax Green 95 (RON 95) juga meningkat dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Sementara itu, harga Pertamax Turbo (RON 98) tetap berada di level Rp20.750 per liter. Adapun Dexlite (CN 51) dipatok Rp23.000 per liter dan Pertamina Dex (CN 53) sebesar Rp24.800 per liter.

“Jadi kira-kira kami akan mendorong jajaran direksi untuk melakukan itu (penyesuaian harga BBM nonsubsidi). Yang pastinya nanti akan berkomunikasi dengan kemudian ESDM untuk bisa menurunkan harga minyak nanti,” ujar Iriawan.

Baca Juga: Harga BBM di SPBU Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Tetap Stabil di Pekan Kedua Maret

Meski demikian, ia menegaskan bahwa perubahan harga tidak dapat dilakukan secara instan karena harus mengikuti mekanisme dan prosedur yang berlaku.

Menurutnya, sistem evaluasi berkala yang diterapkan Pertamina bertujuan menjaga stabilitas harga bagi konsumen sehingga tidak langsung terpengaruh oleh fluktuasi harga minyak dunia yang terjadi setiap hari.

“Ada prosedurnya ya, karena minyak yang sekarang ini proses (dari) bulan yang lalu, dengan harga yang lalu. Nah tentunya kalau turunnya kemarin, berapa hari yang lalu, kita akan menyesuaikan nanti,” kata Iriawan.

Ia juga belum dapat memastikan besaran potensi penurunan harga BBM nonsubsidi apabila kebijakan tersebut diterapkan.

“Turunnya berapa (rupiah), nanti kita lihat ke depan. Tapi insya Allah, doakan, mudah-mudahan bisa turun sesuai dengan harapan masyarakat,” ujarnya menambahkan.

(Sumber: Antara)

x|close