Mentrans: Program Transmigrasi Patriot Diminati Lulusan Kampus Dunia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Jun 2026, 18:30
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara. Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengungkapkan bahwa Program Transmigrasi Patriot tidak hanya menarik minat lulusan perguruan tinggi dalam negeri, tetapi juga mendapat perhatian dari alumni kampus-kampus ternama di luar negeri.

Menurut Iftitah, pemerintah kini membuka kesempatan lebih luas bagi para sarjana dari berbagai perguruan tinggi untuk ikut bergabung dalam program tersebut.

"Makanya, sekarang kita buka pintu juga untuk mereka. Kita juga buka pintu untuk mereka, mereka itu siapa? Kampus yang lain. Tahun ini yang daftar 10.395 sarjana dari 1.952 kampus. Bahkan ada kampus-kampus dunia juga seperti dari Australia, ada yang dari Inggris juga dan sebagainya. Jadi, mereka juga ingin ikut," ujar Iftitah di Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026.

Ia menjelaskan, Kementerian Transmigrasi akan memberikan pembekalan kepada 1.476 Transmigran Patriot sebelum mereka ditempatkan di 53 kawasan transmigrasi di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga: Mentrans: Jangan Pindahkan Masalah ke Daerah, Ciptakan Gula agar Orang Datang Sendiri

Iftitah menerangkan, jika sebelumnya Transmigrasi Patriot lebih berfokus pada kegiatan riset serta pemetaan potensi ekonomi daerah, maka pada pelaksanaan tahun ini orientasinya diarahkan pada pengabdian kepada masyarakat.

"Utamanya ke Papua, kita sudah mengirim 1.000 transmigran Patriot, mereka ini dari 10 kampus mitra utama, tapi ada juga dari 147 kampus nonmitra," katanya.

Melihat tingginya minat generasi muda, termasuk dari kampus-kampus yang sebelumnya belum menjadi mitra, pemerintah memutuskan membuka kesempatan bagi seluruh lulusan sarjana tanpa membatasi asal perguruan tinggi.

"Makanya, sekarang kita buka lulusan sarjana manapun boleh ikut," ujarnya.

Program Transmigrasi Patriot melalui Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 disiapkan Kementerian Transmigrasi sebagai wadah bagi generasi muda untuk berpartisipasi langsung dalam pembangunan nasional, khususnya di kawasan transmigrasi.

Baca Juga: Mentrans: Ketimpangan Terbesar Indonesia Bukan Pendapatan, Tapi Kesempatan

Juru Bicara Kementerian Transmigrasi, Eva Julianti Yunizar, menilai masih banyak anak muda yang memiliki keinginan berkontribusi kepada masyarakat, namun belum memperoleh ruang yang sesuai. Karena itu, program ini dihadirkan agar potensi mereka dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan dan transformasi kawasan yang berpeluang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Melalui program tersebut, peserta dari berbagai disiplin ilmu diberi kesempatan melakukan pemetaan potensi wilayah, mengidentifikasi tantangan pembangunan, hingga menyusun berbagai gagasan yang mendukung pengembangan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi. Seluruh proses rekrutmen Tim Ekspedisi Patriot 2026 juga dipastikan berlangsung secara transparan

(Sumber: Antara)

x|close