BPS: Sensus Ekonomi 2026 Jadi Dasar Memotret Kondisi Riil Perekonomian Indonesia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Jun 2026, 17:10
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (Antara)

Ntvnews.id, Bandar lampung - Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 memiliki peran strategis dalam menggambarkan kondisi nyata perekonomian nasional maupun daerah. Hasil pendataan tersebut akan menjadi pijakan penting bagi pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan dan penguatan dunia usaha.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan hal itu saat Apel Siaga dan Penguatan Komitmen Bersama Sensus Ekonomi 2026 di Lapangan Korpri, Kantor Gubernur Lampung, Sabtu, 27 Juni 2026. Menurutnya, kualitas data yang diperoleh dari sensus akan sangat menentukan arah pembangunan di masa mendatang.

“Sensus ekonomi merupakan instrumen penting untuk mengetahui kondisi riil perekonomian nasional maupun daerah. Sensus ekonomi ibarat medical check-up atau rekam medis perekonomian.”

Amalia menjelaskan, data yang akurat akan menjadi landasan dalam penyusunan kebijakan pembangunan, peningkatan investasi, hingga pemberdayaan pelaku usaha. Karena itu, ia mengajak masyarakat memberikan informasi yang benar selama proses pendataan berlangsung.

Baca Juga: BPS Dorong Partisipasi Publik Lampung untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

“Setiap informasi yang dihimpun akan menjadi fondasi penting dalam merancang kebijakan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.”

Dalam kesempatan tersebut, Amalia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Lampung terhadap penyelenggaraan SE 2026. Ia turut memberikan semangat kepada 8.619 petugas sensus yang akan bertugas di 15 kabupaten/kota di Lampung. Para petugas itu disebut sebagai "pejuang data" yang memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan sensus.

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menekankan bahwa pembangunan yang berkualitas harus diawali dengan tersedianya data yang valid. Oleh sebab itu, pemerintah provinsi memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar setiap sepuluh tahun sekali.

“Kita sadari bersama bahwa pembangunan yang berkualitas dan tepat sasaran berawal dari data yang akurat. Tanpa data yang lengkap dan benar, sulit bagi kita mengambil keputusan atau pun menyusun kebijakan yang tepat sasaran.”

Baca Juga: BPS Resmi Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Papua

Rahmat menambahkan, hasil sensus nantinya akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan. Ia juga menilai Lampung memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, industri, perdagangan, pariwisata, hingga jutaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari tingginya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaatnya melalui terciptanya lapangan kerja, meningkatnya pendapatan, serta semakin kuatnya usaha rakyat.”

Menutup sambutannya, Gubernur Lampung mengingatkan seluruh petugas lapangan agar menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, serta mengedepankan pelayanan yang ramah dan humanis kepada masyarakat selama proses pendataan berlangsung.

(Sumber: Antara)

x|close