Pemerintah Tegaskan Bunga KUR Tetap 6 Persen Meski BI Rate Naik

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Jun 2026, 10:39
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Menko Airlangga: Pemerintah pastikan bunga KUR tetap 6 persen Menko Airlangga: Pemerintah pastikan bunga KUR tetap 6 persen (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) tidak berdampak pada bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pemerintah memastikan bunga KUR tetap dipertahankan sebesar 6 persen per tahun karena merupakan bagian dari skema subsidi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Airlangga, besaran bunga KUR tidak mengikuti perubahan BI Rate secara langsung lantaran telah ditopang melalui subsidi yang diberikan pemerintah.

"Kenaikan BI Rate itu tidak mengubah (bunga) Kredit Usaha Rakyat yang diberikan pemerintah sebesar 6 persen. Jadi 6 persen itu adalah bunga subsidi yang diberikan oleh pemerintah kepada UMKM," ujar Airlangga di Gedung Smesco, Jakarta, Senin, 29 Juni 2026.

Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memberikan subsidi bunga KUR guna memastikan pelaku UMKM tetap memperoleh akses pembiayaan dengan biaya yang terjangkau.

Baca Juga: Menko Airlangga: Perdamaian AS-Iran Belum Otomatis Turunkan Harga BBM di Dalam Negeri

Selain mempertahankan bunga KUR, pemerintah juga memperbesar plafon penyaluran KUR yang ditujukan bagi sektor perumahan.

"Dan pemerintah malah menambah Kredit Usaha Rakyat khusus misalnya untuk perumahan itu angkanya dinaikkan menjadi Rp50 triliun. Bunganya itu tetap dengan bunga dari subsidi KUR," kata Airlangga.

KUR merupakan program pembiayaan bersubsidi dari pemerintah yang bertujuan memperluas akses modal bagi UMKM serta berbagai sektor produktif.

Data Kementerian UMKM menunjukkan, hingga Kamis, 25 Juni 2026, realisasi penyaluran KUR secara nasional telah mencapai Rp143,2 triliun atau setara 49,3 persen dari target penyaluran tahun 2026 sebesar Rp290 triliun.

Baca Juga: Airlangga Ungkap Realisasi Penyaluran KUR Tembus Rp147 Triliun hingga Akhir Juni 2026

Penyaluran tersebut telah dimanfaatkan sekitar 2,2 juta debitur UMKM, yang terdiri atas sekitar 1,1 juta debitur baru dan 511 ribu debitur yang telah berhasil naik kelas atau graduasi.

Di sisi lain, porsi penyaluran KUR ke sektor produksi secara nasional telah mencapai 64,1 persen.

Pada 2026, pemerintah menargetkan penyaluran KUR senilai Rp290 triliun. Pembiayaan tersebut diharapkan dapat menjangkau 1,3 juta debitur baru dan 1,1 juta debitur graduasi, dengan sedikitnya 65 persen dari total penyaluran diarahkan ke sektor produksi.

(Sumber: Antara)

x|close