Mentrans Sebut Investasi Firmus dan NVIDIA Perkuat Posisi Barelang sebagai Kawasan Ekonomi Masa Depan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Jun 2026, 10:33
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara. Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menilai rencana investasi yang akan digelontorkan perusahaan teknologi asal Australia, Firmus Technologies Pty Ltd, di kawasan Batam-Rempang-Galang (Barelang), Kepulauan Riau, menjadi sinyal kuat meningkatnya daya tarik wilayah tersebut sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Firmus Technologies bersama produsen chip asal Amerika Serikat, NVIDIA Corp., berencana membangun infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam skala besar dengan memanfaatkan 170 ribu Graphics Processing Unit (GPU) generasi terbaru. Proyek tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu klaster komputasi AI terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Menurut Iftitah, keputusan investor global untuk melirik Batam sebagai lokasi investasi menunjukkan semakin kuatnya posisi Barelang sebagai kawasan yang memiliki prospek ekonomi menjanjikan.

“Ketika investor kelas dunia mulai memilih Batam sebagai lokasi rencana investasinya, itu menunjukkan Barelang memiliki fondasi yang semakin kuat sebagai kawasan ekonomi masa depan,” kata Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin, 29 Juni 2026.

Baca Juga: Mentrans: Kepercayaan Investor Dunia Pertegas Barelang sebagai Kawasan Ekonomi Masa Depan

Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur AI tersebut tidak hanya menghadirkan investasi baru, tetapi juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor internasional terhadap potensi Barelang sebagai kawasan yang memiliki daya saing tinggi, konektivitas yang baik, dan prospek pembangunan jangka panjang.

Mentrans menilai keterlibatan Firmus Technologies dan NVIDIA dalam proyek tersebut menjadi bukti bahwa Batam semakin dipercaya sebagai destinasi investasi yang mampu menghasilkan nilai tambah tinggi.

“Investor datang karena melihat masa depan sebuah kawasan. Tugas pemerintah adalah memastikan masa depan itu dibangun di atas fondasi yang kuat, kolaboratif, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Batam yang terus berupaya membangun kawasan secara konsisten dan terintegrasi guna meningkatkan keyakinan investor untuk menanamkan modalnya.

Baca Juga: Mentrans: Jangan Pindahkan Masalah ke Daerah, Ciptakan Gula agar Orang Datang Sendiri

Lebih lanjut, Iftitah mengatakan keberhasilan suatu kawasan saat ini tidak lagi hanya diukur dari luas kawasan industri atau besarnya nilai investasi yang masuk. Menurutnya, faktor yang lebih penting adalah kemampuan membangun ekosistem yang saling terhubung, mulai dari sektor industri, pelabuhan, logistik, teknologi, permukiman, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Pendekatan tersebut, lanjutnya, sejalan dengan transformasi program transmigrasi yang kini diarahkan pada pengembangan kawasan ekonomi terintegrasi. Strategi ini ditujukan untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu membuka lapangan kerja, menarik investasi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pada akhirnya, tujuan kita bukan sekadar menghadirkan investasi yang lebih besar, tetapi memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ucap Iftitah.

(Sumber: Antara)

x|close