Pemerintah Pastikan Proyek LNG Abadi Masela Menggerakkan Roda Perekonomian Daerah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Jul 2026, 10:56
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pemerintah Pastikan Proyek LNG Abadi Masela Menggerakkan Roda Perekonomian Daerah. Pemerintah Pastikan Proyek LNG Abadi Masela Menggerakkan Roda Perekonomian Daerah.

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah menegaskan pembangunan Proyek LNG Abadi Blok Masela di Provinsi Maluku tidak hanya menjadi langkah strategis memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga menjadi penggerak roda ekonomi daerah melalui penciptaan ribuan lapangan kerja, pemberdayaan UMKM, dan peningkatan investasi.

Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia dalam press briefing yang diselenggarakan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) di Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026, mengatakan pemerintah berkomitmen agar manfaat proyek strategis nasional tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar wilayah pembangunan.

"Praktis, roda ekonominya akan bergerak. Contoh dengan pembukaan jalan, pekerja lokal akan terserap, kemudian UMKM juga sudah mulai jalan, penginapan akan mulai tumbuh dan berkembang. Tempat makan dan restorannya akan semakin banyak," ujar Anggia.

Dengan dimulainya groundbreaking proyek, potensi penciptaan lapangan kerja pada fase konstruksi diperkirakan mencapai 12 ribu tenaga kerja, dengan prioritas bagi masyarakat setempat.

Baca JugaBahlil: Investasi Proyek LNG Abadi Masela Capai 21 Miliar Dolar AS

Anggia juga menyampaikan arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bahwa putra-putri daerah Kepulauan Tanimbar akan diupayakan terserap sebagai tenaga kerja serta diberikan pelatihan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri LNG.

“Sehingga mereka bisa berkontribusi, dan terlibat langsung dalam pembangunan blok Masela ini,” ujar Anggia.

Proyek LNG Abadi Blok Masela yang berlokasi di perairan Kepulauan Tanimbar, Maluku, ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Pada 16 Juli 2026 lalu, Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking).

Blok Masela merupakan salah satu proyek gas terbesar di Indonesia dengan cadangan mencapai 18,54 triliun kaki kubik (TCF) dan nilai investasi sekitar USD20,9 miliar.

Baca JugaTok! Prabowo Resmikan Groundbreaking LNG Abadi Masela, Targetkan Perkuat Ketahanan Energi dan Majukan Indonesia Timur

Selama masa kontrak hingga 2055, proyek tersebut diperkirakan memberikan dampak fiskal berupa penerimaan negara sebesar USD37,85 miliar atau sekitar Rp680–801 triliun, serta menciptakan nilai tambah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar USD137,8 miliar atau sekitar Rp2.447–2.492 triliun.

Melalui proyek tersebut, pemerintah berharap pengembangan industri hulu migas tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga menjadi penggerak roda perekonomian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di kawasan timur Indonesia.

x|close