Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan penggunaan Sustainable Aviation Fuel (SAF) akan menjadi arah baru bagi industri penerbangan global, termasuk di Indonesia.
"Ini juga menjadi masa depan penerbangan di dunia," ujar AHY dalam gelaran Indonesia Zero Emission Heavy-Duty Vehicle (IZEHDV) Summit 2026 di Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.
AHY mengatakan semakin banyak negara mulai memanfaatkan SAF sebagai bahan bakar pesawat. Indonesia juga mulai mengarah pada penggunaan energi tersebut karena dinilai lebih efisien dibandingkan avtur yang selama ini digunakan.
"Kalau kita sudah mulai bergerak ke arah sana, nanti ini juga bisa berkontribusi lebih baik lagi untuk emission reduction secara keseluruhan," katanya.
Baca Juga: Menko IPK AHY Tekankan Pertumbuhan Ekonomi Harus Sejalan dengan Keberlanjutan
Pemerintah, lanjut AHY, menargetkan implementasi SAF di sektor penerbangan mulai 2027 sebagai bagian dari transformasi menuju sistem transportasi udara rendah emisi.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan salah satu langkah pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dengan komitmen terhadap pelestarian lingkungan serta penurunan emisi karbon dari sektor transportasi.
AHY menilai pengembangan industri penerbangan ke depan harus memperhitungkan dampak perubahan iklim dan tantangan lingkungan yang muncul akibat meningkatnya emisi karbon secara global.
Karena itu, pemerintah menyiapkan berbagai strategi dekarbonisasi di sektor penerbangan, mulai dari pengurangan konsumsi energi, konversi ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan, hingga peningkatan efisiensi pemanfaatan sumber daya nasional.
Baca Juga: Menko IPK: Infrastruktur Hijau Jadi Kunci Penting Atasi Risiko Bencana
Ia menambahkan, program dekarbonisasi tersebut juga akan menjadi bagian dari penguatan ekosistem kebandarudaraan agar pembangunan transportasi udara berjalan selaras dengan target pembangunan berkelanjutan nasional.
Selain itu, pemerintah turut mendorong penerapan konsep bandara dengan emisi nol bersih atau net zero emission airport melalui pengembangan infrastruktur dan pemanfaatan teknologi yang lebih ramah lingkungan.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Pesawat Garuda dan Pelita Air di Bandara Soekarno-Hatta di Tanggerang, Banten. (Antara)