Menaker: Program Magang Nasional Siapkan Lulusan Lebih Siap Masuk Dunia Industri

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Jul 2026, 16:10
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memberi keterangan kepada awak media usai pembukaan Pameran Kesempatan Kerja/Job Fair bertajuk AI Career Boost Day 2026 yang digelar Kementerian Ketenagakerjaan di Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memberi keterangan kepada awak media usai pembukaan Pameran Kesempatan Kerja/Job Fair bertajuk AI Career Boost Day 2026 yang digelar Kementerian Ketenagakerjaan di Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan Program Magang Nasional menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mempersiapkan lulusan memasuki dunia industri melalui peningkatan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan sekaligus memperbesar peluang kerja.

Yassierli mengatakan program tersebut menjadi salah satu fokus pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada 2026 dalam menyiapkan angkatan kerja yang lebih siap memasuki sektor industri dan mendukung peningkatan produktivitas nasional. Hal itu disampaikannya saat membuka Pameran Kesempatan Kerja atau Job Fair bertajuk AI Career Boost Day 2026 di Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.

"Dan alhamdulillah kami dari Kementerian Ketenagakerjaan tahun ini Pak Presiden (Prabowo Subianto) punya fokus untuk mempersiapkan tenaga kerja masuk kepada dunia industri. Ini fokus kami saat ini," kata Yassierli.

Pemerintah meningkatkan kuota Program Magang Nasional menjadi 150.000 peserta. Setiap peserta akan mengikuti program magang selama enam bulan dengan uang saku yang ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.

Baca JugaProgram Magang Nasional Tahap II 2026 Segera Dibuka, Menaker Siapkan Kuota 150 Ribu Peserta

Yassierli menjelaskan peserta magang di Jakarta memperoleh uang saku sekitar Rp5,7 juta per bulan. Sementara itu, peserta di Bekasi dan Karawang menerima sekitar Rp5,9 juta per bulan yang langsung ditransfer ke rekening masing-masing.

Ia mengungkapkan pada pelaksanaan tahun sebelumnya, Program Magang Nasional diikuti 100.000 peserta. Sekitar 30 persen di antaranya bahkan telah mendapatkan tawaran bekerja dari perusahaan tempat mereka menjalani magang sebelum masa program berakhir.

"Tahun lalu angkatan pertama 100.000 orang (peserta magang nasional) dan alhamdulillah sudah selesai, 30 persen yang magang di industri ditawari kerja di perusahaan tempat dia magang sebelum magangnya selesai," ucapnya.

Menurut Yassierli, tingginya minat perusahaan mengikuti Program Magang Nasional menunjukkan kebutuhan dunia industri terhadap tenaga kerja yang kompeten terus meningkat. Bahkan, banyak perusahaan mengajukan permintaan agar memperoleh kuota peserta magang.

Baca JugaMenaker Sebut Indonesia Tak Masuk Daftar Kasus ILO 2 Tahun Berturut-turut, Bukti Hubungan Industrial Kondusif

"Sekarang perusahaan ngejar ke kita. Ada mungkin ratusan perusahaan ya, ribuan perusahaan, Pak Menteri, Pak Dirjen, bisa nggak kami dapat kuota (magang nasional). Ini semua juga mau," bebernya.

Untuk menjamin kualitas pelaksanaan program, Kementerian Ketenagakerjaan menerapkan sistem seleksi yang akuntabel dan transparan. Setiap perusahaan diwajibkan terlebih dahulu mengunggah posisi magang yang tersedia, kemudian diverifikasi agar penempatan peserta sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan pengembangan keterampilan.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli berbicara dalam pembukaan Pameran Kesempatan Kerja/Job Fair bertajuk AI Career Boost Day 2026 yang digelar Kementerian Ketenagakerjaan di Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.  <b>(Antara)</b> Menteri Ketenagakerjaan Yassierli berbicara dalam pembukaan Pameran Kesempatan Kerja/Job Fair bertajuk AI Career Boost Day 2026 yang digelar Kementerian Ketenagakerjaan di Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026. (Antara)

Pada gelombang pertama yang menyediakan kuota 50.000 peserta, jumlah pendaftar telah mencapai sekitar 300.000 orang. Angka tersebut menunjukkan tingginya antusiasme lulusan perguruan tinggi untuk mengikuti program peningkatan kompetensi tersebut.

"Tapi kita buat sistemnya akuntabel, transparan. Perusahaan mem-posting dulu lowongan magangnya, kami verifikasi, kita tidak mau ada magang itu lulusan S1 teknik, disuruh magang jadi resepsionis karena kata perusahaannya ini mumpung lagi gratis katanya. Nah ini yang kita kawal," tegasnya.

Yassierli menambahkan Program Magang Nasional diharapkan mampu mengurangi kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia agar lebih siap bersaing di dunia kerja.

(Sumber: Antara)

 
 
x|close