Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan data pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh hingga 5,29 persen (y-on-y), melampaui periode yang sama tahun lalu sebesar 5,12 persen.
Adapun ekonomi sejumlah negara mitra dagang utama juga mencatat pertumbuhan yang positif pada kuartal II 2026, diantaranya Vietnam 8,4 persen, Malaysia 5,8 persen, Singapura 5,7 persen, China 4,3 persen, Korea Selatan 3,7 persen, dan Amerika Serikat 2,1 persen.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS RI, Moh Edy Mahmud, menyatakan bahwa konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026.
“Ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 tumbuh 5,29 persen (y-on-y), salah satunya didorong oleh konsumsi rumah tangga yang masih terjaga,” ucap Edy konferensi pers di Jakarta, Rabu 5 Agustus 2026.
Baca juga: BPS: Belanja Pemerintah Melonjak 15,97 Persen, Ditopang Program MBG
Menurut Edy, konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan tertinggi yaitu 2,67 persen dengan pertumbuhan sebesar 5,06 persen (y-on-y).
Kinerja konsumsi rumah tangga pada kuartal II-2026 utamanya didorong oleh meningkatnya konsumsi per kapita kelompok hotel dan restoran, berbagai kebijakan pemerintah dalam mengendalikan inflasi.
Serta berbagai stimulus pemerintah untuk mendorong konsumsi melalui diskon tiket transportasi selama periode liburan sekolah dan pembayaran gaji ke-13 bagi ASN/TNI/Polri dan Pensiunan.
“Tingkat Penghunian Kamar (TPK) pada hotel bintang mencapai 51,29 persen, meningkat dari triwulan 2-2025 sebesar 48,42 persen,” kata Edy.
Selain konsumsi rumah tangga, komponen lainnya yang mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026 dari sisi pengeluaran adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh solid sebesar 6,87 persen (y-on-y).
Baca juga: BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen pada Kuartal II 2026
Angka ini didorong oleh investasi swasta dan pemerintah. Sementara itu, konsumsi pemerintah tumbuh impresif hingga 15,97 persen (y-on-y) dan memberikan sumber pertumbuhan sebesar 1,07 persen, seiring meningkatnya realisasi belanja pegawai melalui pembayaran gaji ke-13 untuk ASN/TNI/Polri dan akselerasi pembayaran tenaga pendidik non-pns,
Serta peningkatan realisasi belanja barang dan jasa terutama pada belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dari sisi lapangan usaha, BPS mencatat lima sektor utama yang memberikan kontribusi besar terhadap total PDB kuartal II 2026, yaitu industri pengolahan (18,50 persen), pertanian (13,57 persen), perdagangan (13,02 persen), konstruksi (9,79 persen), dan pertambangan (8,87 persen).
Ilustrasi - Warga berfoto saat awan mendung di Sky Deck Halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta. ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso/Spt/am. (Antara)