Ntvnews.id, Jakarta - Indonesia menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan dan perlindungan konsumen seiring pesatnya perkembangan layanan keuangan digital. Hal tersebut disampaikan dalam Pertemuan Kedua Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 (G20 Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting/FMCBG) di bawah Presidensi Amerika Serikat (AS).
Wakil Menteri Keuangan RI Juda Agung yang memimpin delegasi Kementerian Keuangan dalam pertemuan tersebut mewakili Menteri Keuangan mengatakan bahwa kemajuan digitalisasi harus diiringi dengan kemampuan masyarakat dalam memahami layanan keuangan serta perlindungan konsumen yang lebih kuat.
“Mengingat fraud dan scam semakin kompleks dan bersifat lintas batas, diperlukan kerja sama internasional, pertukaran informasi, dan koordinasi antarnegara yang semakin kuat,” kata Juda, sebagaimana dikutip dari keterangan pers di Jakarta, Rabu, 2 September 2026.
Menurut Juda, digitalisasi memberikan manfaat berupa semakin luasnya akses masyarakat terhadap berbagai layanan keuangan. Namun, perkembangan tersebut juga diikuti dengan meningkatnya skala serta kompleksitas risiko penipuan.
Baca Juga: LPS Soroti Anak Muda Rentan Jadi Korban Penipuan Digital, Dorong Penguatan Literasi Keuangan
Kondisi itu membuat penguatan perlindungan konsumen menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Upaya tersebut sekaligus diperlukan agar transformasi digital di sektor keuangan dapat berjalan dengan aman dan tetap menjangkau masyarakat secara inklusif.
Juda pun menyoroti perlunya peningkatan literasi keuangan yang dilakukan bersamaan dengan perlindungan konsumen. Langkah tersebut dinilai semakin penting untuk menghadapi berbagai bentuk fraud dan scam yang kini berkembang semakin kompleks serta tidak terbatas pada satu negara.
Indonesia, lanjut dia, telah melakukan koordinasi antarinstansi untuk meningkatkan literasi keuangan. Selain itu, pemerintah juga mengembangkan Anti-Scam Center sebagai bagian dari upaya memperkuat penanganan fraud dan scam di sektor keuangan.
Meningkatnya kejahatan keuangan yang melibatkan jaringan dan pelaku dari berbagai negara juga menjadi perhatian Indonesia. Karena itu, Juda mendorong kerja sama internasional yang lebih erat, termasuk melalui pertukaran informasi dan koordinasi lintas batas.
Baca Juga: KB Bank Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini melalui Program “Belajar Finansial Bareng KB Bank”
Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan agar upaya pencegahan maupun penanganan kejahatan keuangan dapat dilakukan secara lebih efektif.
“Dalam rangka memperkuat kerangka pencegahan dan penanganan fraud serta kejahatan keuangan, sekaligus menjaga integritas dan kepercayaan terhadap sistem keuangan global, Indonesia akan terus mendukung penguatan sinergi antara agenda G20 dan upaya Financial Action Task Force (FATF),” ujar Wamenkeu RI.
(Sumber: Antara)
Wakil Menteri Keuangan RI Juda Agung berpartisipasi dalam Pertemuan Kedua Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 (G20 Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting/FMCBG) di bawah Presidensi Amerika Serikat (AS). (Antara)