Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada pembukaan perdagangan Kamis, 3 September 2026.
Adapun Rupiah naik 50 poin atau 0,28 persen menjadi Rp17.713 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah masih berpeluang melanjutkan penguatan terhadap dolar AS.
Penguatan rupiah terjadi di tengah pelemahan dolar AS setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan kondisi yang lebih lemah dari perkiraan.
"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS yang terkoreksi setelah data pekerjaan AS-ADP yang lebih lemah," ucap Lukman kepada Ntvnews.id, Kamis 3 September 2026.
Baca juga: Rupiah Rabu Melemah ke Rp17.774 per Dolar AS Dibayangi Konflik Timur Tengah
Baca juga: Rupiah Selasa Menguat ke Rp17.715 per Dolar AS
Lebih lanjut, Lukman menilai ruang penguatan rupiah akan terbatas.
Menurutnya kondisi geopolitik di Timur Tengah yang kembali memanas serta tingginya harga minyak mentah dunia menjadi faktor yang berpotensi menahan laju penguatan rupiah.
"Penguatan akan terbatas oleh eskalasi di Timur Tengah dan harga minyak mentah dunia yang tinggi," lanjutnya.
Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak dalam rentang Rp17.650 hingga Rp17.800 per dolar AS.
Mata uang Rupiah dan Dolar AS/ist