PLN dan Universitas Mataram Siapkan Kabel Bawah Tanah Kampung Adat Sade

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Sep 2026, 19:15
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Sejumlah petugas membersihkan puing-puing sisa kebakaran di Kampung Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Rabu (26/8/2026). Ilustrasi - Sejumlah petugas membersihkan puing-puing sisa kebakaran di Kampung Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Rabu (26/8/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -PT PLN menjalin kerja sama dengan Universitas Mataram (Unram) untuk merancang tata letak dan desain jaringan listrik bawah tanah di Kampung Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Langkah ini diambil guna menghadirkan sistem kelistrikan yang aman, rapi, dan modern di kawasan cagar budaya tersebut.

Koordinator Rekonstruksi Kampung Adat Sade, Lalu Moh Faozal, menjelaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam proyek kolaborasi ini. Berdasarkan kajian tim ahli Unram, penataan ulang difokuskan pada pengalihan jalur kabel udara yang semrawut ke dalam tanah untuk meminimalkan potensi risiko bahaya korsleting.

“Dari Unram idenya ditanam agar lebih aman, karena kemarin katanya isunya bersumber dari," kata Faozal di Lombok Tengah, Kamis (3/9).

Faozal menambahkan bahwa standar instalasi PLN umumnya menggunakan kabel udara. Namun, penanaman kabel di bawah tanah dapat diterapkan untuk kawasan dengan kebutuhan khusus yang mengutamakan nilai estetika, keandalan, dan keamanan tinggi.

 
Sejumlah warga membersihkan puing-puing sisa kebakaran yang melanda Desa adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis (27/8/2026). Pemprov NTB bersama Pemkab Lombok Tengah akan segera merekonstruksi Desa Adat Sade dengan kon <b>(Antara)</b> Sejumlah warga membersihkan puing-puing sisa kebakaran yang melanda Desa adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis (27/8/2026). Pemprov NTB bersama Pemkab Lombok Tengah akan segera merekonstruksi Desa Adat Sade dengan kon (Antara)
 
"Untuk spesifikasinya nanti pasti akan disesuaikan, tentunya tergantung dari desain yang ada sementara. Karena untuk membangun jaringan kabel dan instalasi itu pastikan sangat tergantung dari tata letak bangunan," katanya.

Rancangan teknis ini memanfaatkan kabel berisolasi ganda yang ditanam pada kedalaman presisi untuk menekan potensi kebakaran akibat arus pendek. Di samping pembenahan kelistrikan, pengelola juga menyiapkan penguatan sarana tanggap darurat di area pemukiman.

“Kami juga butuh keamanan termasuk jaringan apar (pemadam), pengalaman kemarin kenapa terlambat dalam penanganan ini karena tidak ada ketersediaan air dan teknisi pemadam," katanya.

Faozal menyebut titik-titik penyediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) bakal ditempatkan di sejumlah lokasi strategis. Saat ini, proses perancangan telah memasuki tahap analisis struktur tanah dan pemetaan geologi.

“Desain baru sebagian diselesaikan oleh Unram, tapi belum kami ekspos. Mungkin nanti menunggu waktu yang tepat," katanya.

Selain faktor keselamatan, skema kabel bawah tanah ini dirancang untuk menjaga estetika tata ruang desa agar panorama kawasan adat tetap asri tanpa terganggu bentangan kabel udara. Sinergi PLN dan Unram diharapkan dapat menjamin keandalan pasokan energi yang stabil untuk mendukung aktivitas harian dan kualitas hidup warga Desa Adat Sade.

(Sumber: Antara)
 
x|close