Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari menyatakan program elektrifikasi lebih dari sekedar ketersediaan penerangan. Program ini membuka peluang peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah-wilayah yang selama ini sulit dijangkau.
Qodari menjelaskan program elektrifikasi turut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, meningkatkan pendapatan rumah tangga, dan bahkan mengurangi biaya konsumsi untuk bahan bakar untuk penerangan.
“Kehadiran listrik mendorong rumah tangga beralih dari sumber energi seperti minyak tanah dan kayu bakar, sehingga mengurangi biaya yang selama ini mereka keluarkan untuk membeli bahan bakar tersebut,” kata Qodari dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu, 16 September 2026.
“Selain itu, listrik memungkinkan rumah tangga beraktivitas lebih lama dan lebih produktif, termasuk menjalankan usaha pada malam hari,” imbuhnya.
Program elektrifikasi ini dicanangkan pemerintah berdasarkan pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 316 Tahun 2025 tentang Peta Jalan Program Listrik Perdesaan dan Bantuan Pasang Baru Listrik Tahun 2025-2029.
Targetnya, 770.000 rumah tangga di 10.068 lokasi di 36 provinsi teraliri listrik. Saat ini pemerintah sudah berhasil menghadirkan akses listrik di 1.516 lokasi atau sekitar 15 persen dari target.
Baca Juga: Suahasil Bungkam Dicecar Rotasi Pegawai Bea Cukai hingga Gebrakan Menkeu Baru
Qodari mengatakan program elektrifikasi ini memantik aktivitas ekonomi pedesaan yang memungkinkan usaha berjalan lebih lama, mendukung peralatan usaha, hingga mendukung proses produksi pertanian dan perikanan.
Karena itu, pemerintah pun berharap dampak aliran listrik dapat dirasakan langsung oleh industri kecil dan usaha mikro masyarakat di pelosok daerah.
“Hadirnya listrik di desa turut memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat pedesaan. Dampak tersebut tercermin pada perkembangan kegiatan ekonomi desa, antara lain industri kecil dan mikro, toko kelontong, rumah makan, koperasi, serta peningkatan aktivitas ketenagakerjaan,” ucap Qodari.
Tak hanya itu, program elektrifikasi juga memberikan dampak sosial bagi berbagai fasilitas umum, seperti sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, fasilitas ekonomi, dan sarana komunikasi. Dengan tersedianya listrik, pelayanan pendidikan dan kesehatan menjadi lebih optimal, kegiatan ibadah lebih nyaman, usaha masyarakat dapat berjalan lebih lama dan produktif, serta akses komunikasi dan informasi semakin mudah.
“Kajian juga menunjukkan bahwa dampak ekonomi program elektrifikasi ini menjadi lebih kuat apabila didukung oleh faktor lain seperti akses pasar, jalan yang baik, lembaga keuangan, dan infrastruktur telekomunikasi,” katanya.
Pemerintah pun terus berkomitmen menghadirkan akses listrik yang merata dan dapat menjangkau masyarakat di lokasi tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa di seluruh Indonesia.
Qodari: Melalui KTT BRICS, Presiden Prabowo Perkuat Kerja Sama Internasional Demi Kepentingan Nasional.