Permata CERITA 2026 Jangkau 24 Kota, Dorong Literasi Keuangan dan Keamanan Digital Remaja

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Okt 2026, 18:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Manajemen Permata Bank mengikuti sesi edukasi keuangan bersama siswa - siswi MTs Imadun Najah, Jakarta Utara dalam agenda Permata CERITA 2026. Manajemen Permata Bank mengikuti sesi edukasi keuangan bersama siswa - siswi MTs Imadun Najah, Jakarta Utara dalam agenda Permata CERITA 2026. (Permata)

Ntvnews.id, Jakarta - Kemampuan mengelola uang sejak dini menjadi bekal penting bagi remaja dalam membangun kebiasaan finansial yang sehat. Keputusan sederhana, seperti menggunakan uang jajan untuk membeli kebutuhan atau menyimpannya, dapat menjadi langkah awal untuk membentuk sikap bijak dalam mengelola keuangan.

Di tengah perkembangan layanan keuangan digital, generasi muda juga perlu memahami cara bertransaksi secara aman serta mengenali berbagai risiko yang dapat muncul di ruang digital.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Permata Bank kembali menggelar program tanggung jawab sosial Permata CERITA (Cinta dan Edukasi daRI kiTA) 2026 di bawah naungan Permata Hati. Tahun ini, program tersebut menyasar siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan dilaksanakan di 24 kota di Indonesia dengan tema “24 Tahun, 24 Kota, 1 CERITA”, bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-24 Permata Bank.

Program ini melibatkan lebih dari 500 Employee Volunteers (EVO) Permata Bank. Para relawan mendampingi siswa melalui kegiatan edukasi yang interaktif dan praktis, dengan materi yang disesuaikan dengan pengalaman serta kebutuhan mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Pentingnya pendidikan finansial bagi generasi muda turut tergambar dalam Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026. Berdasarkan survei tersebut, kelompok usia 15–17 tahun memiliki indeks literasi keuangan sebesar 56,04%. Angka ini menunjukkan perlunya penguatan pemahaman keuangan sejak usia sekolah agar remaja mampu mengelola uang dan menentukan pilihan finansial secara tepat.

Selain kemampuan mengatur keuangan, pemahaman terhadap keamanan transaksi digital juga menjadi perhatian. Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mencatat 702.342 laporan penipuan selama periode 22 November 2024 hingga 30 September 2026, atau rata-rata lebih dari 1.000 laporan setiap hari.

Baca Juga: Setelah Perampokan Permata, Museum Louvre Perketat Keamanan dengan 100 Kamera CCTV Baru

Total kerugian masyarakat yang dilaporkan mencapai Rp9,1 triliun. Sementara itu, dana milik korban yang berhasil diblokir tercatat sebesar Rp811,1 miliar hingga September 2026.

Data tersebut memperlihatkan pentingnya membangun kesadaran generasi muda mengenai risiko transaksi digital, perlindungan informasi pribadi, serta langkah yang harus diambil ketika menemukan aktivitas mencurigakan.

Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, mengatakan, “Selama 24 tahun, Permata Bank terus bertumbuh bersama masyarakat dan menyaksikan bagaimana kebutuhan serta cara masyarakat mengelola keuangan terus berkembang. Di tengah pesatnya transformasi digital, kami percaya bahwa literasi keuangan merupakan bekal penting yang perlu ditanamkan sejak dini, agar generasi muda tidak hanya cakap menggunakan layanan keuangan, tetapi juga bijak dalam mengambil keputusan. Melalui Permata CERITA, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, menyenangkan dan relevan bagi generasi muda. Kami berharap setiap kebiasaan kecil yang dibangun hari ini dapat menjadi fondasi bagi mereka untuk tumbuh menjadi generasi yang mandiri, bertanggung jawab dan percaya diri dalam merencanakan masa depan finansialnya.”

Kegiatan Permata CERITA 2026 yang berlangsung di MTs Imadun Najah, Jakarta Utara, turut dihadiri Chief of Corporate Affairs and Sustainability Permata Bank Katharine Grace sebagai perwakilan manajemen perusahaan. Program tersebut juga mendapat dukungan dari Widyaprada Ahli Madya Direktorat SMP Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Ninik Purwaning Setyorini, serta Kepala Pokjawas Kementerian Agama Kota Jakarta Utara, Sutikno, S.Pd. Kehadiran para perwakilan tersebut disambut Kepala MTs Imadun Najah, Rohali, S.E., S.Pd.I., M.M.Pd.

Belajar Mengelola Uang Jajan Sejak Dini

Dalam pelaksanaannya, Permata CERITA 2026 menghadirkan MODul finansiAL (MODAL) dengan materi smart spending untuk membantu siswa memahami dasar pengambilan keputusan keuangan.

Melalui sesi pembelajaran bersama EVO, para siswa diajak membedakan kebutuhan dan keinginan, mempertimbangkan berbagai pilihan sebelum membeli sesuatu, menyusun prioritas pengeluaran, menunda keinginan, serta menyisihkan sebagian uang untuk ditabung.

Materi tersebut juga mencakup pengenalan metode pembayaran digital, seperti QRIS dan transfer daring, agar siswa memahami penggunaan layanan keuangan secara bijak.

Pendekatan pembelajaran pada tahun ini dirancang lebih praktis dan interaktif. Siswa tidak hanya menerima penjelasan mengenai konsep keuangan, tetapi juga mengikuti permainan, simulasi, dan latihan pengambilan keputusan berdasarkan situasi yang dekat dengan keseharian mereka.

Melalui metode tersebut, pemahaman finansial diharapkan tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi berkembang menjadi kebiasaan positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Divisi Pelaksanaan Edukasi Keuangan OJK, Halimatus Sa'diyah, menyampaikan, “Upaya peningkatan literasi keuangan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak atau OJK saja, melainkan membutuhkan kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk industri perbankan, Bank Indonesia, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama serta lembaga pendidikan, dan pihak terkait lainnya. Kami dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengapresiasi inisiatif Permata Bank melalui program Permata CERITA yang turut mendukung upaya bersama dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya di kalangan pelajar. Melalui edukasi sejak dini, kami berharap generasi muda dapat memiliki pemahaman keuangan yang lebih baik, sehingga mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak dan mempersiapkan diri untuk masa depan.”

Edukasi Transaksi Digital dan Perlindungan Data Pribadi

Selain membahas pengelolaan uang, Permata CERITA 2026 memberikan pemahaman kepada siswa mengenai keamanan bertransaksi melalui layanan digital. Kemudahan mengakses layanan keuangan menggunakan perangkat elektronik perlu disertai kewaspadaan terhadap penipuan daring dan berbagai aktivitas yang berpotensi merugikan.

Dalam sesi edukasi, siswa diperkenalkan pada metode 3A, yakni Amati, Awasi, dan Adukan. Mereka juga diberikan pemahaman tentang pentingnya merahasiakan informasi pribadi, termasuk nomor identifikasi pribadi atau PIN dan kode one-time password (OTP).

Siswa dilatih mengenali ciri-ciri aktivitas digital yang mencurigakan serta memahami tindakan yang perlu dilakukan ketika menghadapi situasi berisiko. Apabila menemukan aktivitas yang tidak wajar, mereka dianjurkan meminta bantuan orang tua atau guru.

Pembelajaran ini menegaskan bahwa kecakapan digital tidak sebatas kemampuan mengoperasikan teknologi. Generasi muda juga perlu memiliki kemampuan menilai risiko, menjaga keamanan data, dan mengambil langkah perlindungan yang tepat ketika bertransaksi secara daring.

Perkuat Peran Karyawan dalam Edukasi Finansial

Keterlibatan lebih dari 500 EVO dalam Permata CERITA 2026 menjadi bagian dari kontribusi karyawan Permata Bank dalam memperluas edukasi keuangan kepada generasi muda. Para relawan berperan mendampingi siswa melalui permainan, simulasi, dan latihan pengambilan keputusan agar materi lebih mudah dipahami dan diterapkan.

Sebagai bagian dari program Permata Hati, Permata CERITA merupakan bentuk komitmen Permata Bank dalam mendukung pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, terutama melalui peningkatan literasi keuangan.

Sepanjang periode 2016–2025, program ini telah menjangkau lebih dari 50.000 penerima manfaat di berbagai kota tempat Permata Bank beroperasi. Pada 2026, program tersebut kembali dilaksanakan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan generasi muda, termasuk meningkatnya penggunaan layanan keuangan digital.

Permata CERITA 2026 juga sejalan dengan upaya nasional dalam memperluas edukasi literasi dan inklusi keuangan. Inisiatif tersebut mencakup PeKA (Peduli, Kenali, dan Adukan) dari Bank Indonesia untuk memperkuat pelindungan konsumen, serta Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) dan momentum Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Melalui pelaksanaan di 24 kota, Permata Bank berharap edukasi finansial yang dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti mengatur uang jajan, dapat membantu remaja membangun pola pikir yang lebih bijak dalam mengambil keputusan. Bekal tersebut diharapkan membuat generasi muda semakin cermat mengelola keuangan, lebih aman memanfaatkan layanan digital, serta lebih siap merencanakan kebutuhan finansial pada masa mendatang.

x|close