Respons BEI soal Rencana Babah Alun Borong Saham hingga Rp5 Triliun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Okt 2026, 16:25
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Mohammad Jusuf Hamka, yang lebih dikenal dengan nama Babah Alun. Mohammad Jusuf Hamka, yang lebih dikenal dengan nama Babah Alun. (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik merespons terkait rencana pengusaha Mohammad Jusuf Hamka atau Babah Alun untuk memborong saham hingga Rp5 triliun.

Adapun rencana tersebut muncul di tengah tekanan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa waktu terakhir.

Jeffrey mengatakan, BEI mengapresiasi setiap pihak yang memberikan dukungan terhadap pasar modal Indonesia, termasuk para pengusaha yang berencana berinvestasi di pasar saham.

“Pertama kami tentu mengapresiasi ya setiap pihak yang memberikan dukungan, ya dalam kondisi seperti ini," ucap Jeffrey, Senin 19 Oktober 2026.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik menyampaikan keterangan kepada wartawan di Ruang Media BEI, Jakarta, Senin (19/10/2026). <b>(Antara)</b> Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik menyampaikan keterangan kepada wartawan di Ruang Media BEI, Jakarta, Senin (19/10/2026). (Antara)

Baca juga: Minta Klarifikasi, BEI Jadwalkan Pertemuan Daring dengan MSCI Sore Ini

Menurutnya, partisipasi berbagai pihak dapat memberikan kontribusi terhadap pasar modal domestik, terutama ketika pasar saham tengah menghadapi tekanan.

Meski demikian, Jeffrey tidak mengungkapkan apakah rencana pembelian saham oleh Babah Alun bersama stelah direalisasikan.

Menurutnya transaksi di bursa memiliki sifat rahasia sehingga pihaknya tidak dapat mengungkapkan informasi mengenai transaksi yang dilakukan masing-masing investor kepada publik.

“Setiap transaksi pihak-pihak yang melakukan transaksi di bursa itu sifatnya rahasia. Jadi tentu tidak bisa kami ungkap kepada publik,” jelasnya.

Baca juga: Bos BEI Buka Suara soal Alasan Pangkas ARB Jadi 7 Persen

Sebelumnya, Babah Alun mengungkapkan rencana bersama sejumlah pengusaha untuk memborong saham dengan nilai mencapai Rp5 triliun.

Babah Alun yang dikenal sebagai pemegang saham utama PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), mengaku telah membentuk konsorsium bersama sejumlah rekannya untuk merealisasikan rencana investasi itu.

“Saya pasti dengan teman-teman saya, saya sudah membentuk konsorsium ada beberapa teman. Pasti hari Senin saya akan belanja. Kelompok kita Rp5 triliun, akan belanja di pasar pada hari Senin,” ujar Jusuf Hamka dalam rekaman video yang diunggah di akun Instagram @jusufhamka.

Rencana tersebut muncul ketika IHSG mengalami tekanan tajam hingga merosot ke kisaran level 4.900 pada perdagangan Senin 19 Oktober 2026.

Tekanan terhadap pasar saham Indonesia terjadi setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan konsultasi terkait kemungkinan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market atau pasar negara berkembang menjadi standalone market.

x|close