Ntvnews.id, Jakarta - Kelompok peretas yang dikaitkan dengan China dilaporkan membobol perusahaan layanan teknologi informasi ConnectWise menggunakan alat pengujian keamanan siber berbasis kecerdasan buatan (AI).
Menurut Microsoft, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (22/10/2026), serangan tersebut merupakan bagian dari kampanye siber global yang menyasar ratusan organisasi di berbagai sektor.
ConnectWise belum memberikan tanggapan langsung atas temuan Microsoft. Namun, dalam pernyataan yang diunggah di situs resminya pada 16 Oktober, perusahaan mengungkapkan bahwa mereka tengah menyelidiki upaya akses tanpa izin yang berkaitan dengan lingkungan ConnectWise Cloud Backup.
Kedutaan Besar China di Washington juga belum memberikan komentar. Selama ini, Beijing secara konsisten membantah tuduhan terlibat dalam atau membiarkan pencurian data melalui serangan siber.
Peretas Manfaatkan AI untuk Otomatisasi Serangan
Microsoft melacak kelompok peretas tersebut dengan nama Storm-0940. Dalam kampanye ini, kelompok tersebut dilaporkan menggunakan ARTEX, sebuah kerangka kerja pengujian penetrasi sumber terbuka yang mendukung otomatisasi berbagai tugas keamanan siber melalui model AI.
Pengujian penetrasi atau penetration testing merupakan metode yang sah untuk menguji keamanan jaringan dan layanan digital. Namun, kemampuan otomatisasi yang dimiliki ARTEX juga dapat disalahgunakan untuk mendukung aktivitas peretasan.
Baca Juga: Korsel Ungkap Peretasan di 16 Perusahaan Keuangan, Ratusan Ribu Kasus Kebocoran Data Terungkap
Menurut Microsoft, ARTEX memungkinkan pengguna memanfaatkan berbagai model AI untuk mengotomatiskan tugas pengujian penetrasi.
Kerangka kerja tersebut juga dapat dikonfigurasi untuk menjalankan tugas secara mandiri, termasuk pengintaian sistem dan eksfiltrasi data atau pemindahan data dari sistem target tanpa izin.
Ratusan Organisasi di Berbagai Sektor Jadi Target
Kampanye siber tersebut menyasar organisasi di berbagai sektor, mulai dari kedirgantaraan, pertahanan, otomotif, kimia, energi, dan jasa keuangan hingga pemerintahan, hukum, manufaktur, media, serta industri militer.
Target lainnya mencakup perusahaan semikonduktor, perangkat lunak, teknologi, lembaga penelitian, dan organisasi nirlaba.
Meski sebagian besar upaya serangan dilaporkan tidak berhasil, Microsoft menemukan bahwa Storm-0940 mampu memperoleh akses cloud dengan hak istimewa tinggi dan mempertahankannya di sejumlah organisasi dalam waktu relatif singkat.
Akses tersebut memungkinkan penyerang mempertahankan kendali tingkat tinggi pada lingkungan cloud, bahkan setelah upaya pembersihan dilakukan.
Temuan ini menyoroti risiko penyalahgunaan alat berbasis AI dalam serangan siber.
Otomatisasi dapat membantu pelaku menjalankan berbagai tahapan serangan dengan lebih cepat, sehingga organisasi perlu memperkuat pengamanan sistem cloud, memantau aktivitas akses yang mencurigakan, dan segera menindaklanjuti indikasi penyusupan.
Ilustrasi. (Foto: Dok/Dado Ruvic/Reuters)