Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada pembukaan perdagangan Rabu, 4 November 2026.
Adapun Rupiah dibuka menguat 28 poin atau 0,15 persen ke level Rp18.132 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp18.160 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah masih berpeluang melanjutkan penguatan terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini.
Menurut Lukman, penguatan rupiah ditopang oleh penurunan harga minyak mentah dunia yang dipicu harapan tercapainya perdamaian di Timur Tengah.
"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS di tengah penurunan harga minyak mentah dunia oleh harapan damai di Timur Tengah," ucap Lukman kepada Ntvnews.id, Rabu 4 November 2026.
Baca juga: Gubernur BI Buka Suara soal Rupiah Melemah ke Rp18.100-an per Dolar AS
Baca juga: Rupiah Selasa Pagi Masih Betah di Rp18.100-an per Dolar AS
Meski demikian, Lukman menilai penguatan rupiah berpotensi terbatas. Hal ini seiring dengan sentimen yang masih lemah di pasar ekuitas domestik.
"Penguatan diperkirakan terbatas di tengah sentimen yang masih lemah di pasar ekuitas domesitk," lanjutnya.
Adapun nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp18.050 hingga Rp18.200 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
Arsip - Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Kamis (20/8/2026). Bank Indonesia tetap memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen agar tetap konsisten dengan upaya memperkuat stabilitas (Antara)