Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet WEF 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Jan 2026, 16:18
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan. Mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan. (PT Pertamina International Shipping (PIS).)

Ntvnews.id, Jakarta - Mantan Menteri Perdagangan dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan menilai kehadiran Danantara dalam ajang World Economic Forum (WEF) 2026 berpotensi menjadi magnet utama perhatian pelaku ekonomi dan bisnis global. Bagi Gita, posisi Danantara sebagai pengelola dan pengalokasi investasi berskala besar memberikan daya tarik strategis bagi Indonesia di panggung ekonomi dunia.

“Danantara akan menjadi magnet utama untuk menyampaikan poin-poin strategis tentang ekonomi dan bisnis Indonesia. Posisi Danantara sebagai pengelola investasi akan menarik perhatian para pelaku bisnis dan investor global,” ujar Gita Wirjawan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026.

Menurut Gita, WEF merupakan forum penting untuk menyampaikan narasi masa depan ekonomi Indonesia, terutama melalui peran Danantara sebagai institusi pengelola investasi yang berorientasi pada kolaborasi domestik, regional maupun global. Dalam forum tersebut, Indonesia tidak hanya berbicara mengenai peluang investasi domestik, tetapi juga posisi Danantara sebagai mitra strategis dalam alokasi modal lintas negara.

“Forum WEF ini bisa juga menjadi ruang untuk membangun jejaring ekonomi global. Danantara, dengan mandat dan skala pengelolaan investasinya, memiliki daya tawar kuat untuk berdialog langsung dengan pemilik modal dan pelaku usaha dunia,” kata pemegang gelar magister Administrasi Publik dari Harvard University tersebut.

Baca Juga: Danantara Fokus Restrukturisasi BUMN dan Perkuat Infrastruktur Teknologi Himbara

Keberadaan Danantara sebagai alokator modal, menurut Gita, bisa memberikan sinyal penting bahwa Indonesia siap berkolaborasi secara setara dengan berbagai institusi dan pelaku ekonomi internasional. Narasi ini dinilainya sejalan dengan praktik yang telah lama dilakukan negara lain, seperti Singapura melalui GIC dan Temasek, yang sukses menjadikan institusi pengelola investasi sebagai pintu masuk kemitraan global, khususnya di sektor inovasi dan teknologi.

Gita lebih jauh mengatakan Danantara bisa berperan strategis dalam menjembatani persepsi global terhadap Indonesia, terutama dengan menerjemahkan ketidakpastian menjadi risiko yang terukur. Melalui pendekatan tersebut, para investor dapat menilai peluang Indonesia secara lebih objektif dan terstruktur. Ia meyakini, dengan narasi yang tepat, Danantara tidak hanya memperkuat posisi Indonesia di WEF 2026, tetapi juga mendorong masuknya investasi yang berkelanjutan dan produktif.

“Narasi bahwa Indonesia mengelola modal besar untuk kolaborasi global, inovasi, dan kemakmuran bersama, serta narasi Indonesia ke depan akan lebih baik sangat diperhitungkan di forum tersebut,” kata Chairman Ancora Group ini.

Baca Juga: COO Danantara Soroti Transformasi dan Tantangan Kepemimpinan di Semen Indonesia

Dalam kesempatan terpisah, pada Coffee Morning Danantara Indonesia yang membahas kesiapan Indonesia dalam WEF 2026 Jumat, 9 Januari 2026, Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia Mohamad Al-Arief menyampaikan tahun 2026 merupakan kali pertama Danantara menghadiri perhelatan WEF. Sebab, pada Januari 2025 Danantara terbentuk.

"Merupakan kehormatan bagi kami dapat partisipasi dalam WEF. Kami memandang WEF sebagai ruang strategis untuk menjembatani kepentingan dan pembangunan nasional dengan perspektif akses ke modal global, di mana Danantara bisa membangun engagement secara strategis dan terstruktur," ujar Mohamad Al-Arief.

Arief menjelaskan, untuk menyiapkan partisipasi Danantara di WEF, pihaknya sudah berkoordinasi intensif dengan Kadin Indonesia dan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM sejak pertengahan tahun lalu.

Dia juga menjelaskan, kehadiran Indonesia dalam WEF kali ini mempunyai pendekatan yang lebih terpadu antara kebijakan, investasi strategis, dan juga dunia usaha. Danantara diberikan mandat untuk mendorong investasi strategis di Indonesia dan hadir sebagai platform investasi strategis negara tersebut.

Baca Juga: Danantara Akan Reformasi Perusahaan BUMN-BUMN Besar Mulai Tahun Ini

Adapun sektor-sektor strategis yang menjadi prioritas Danantara tidak terpisahkan dengan Agenda Pembangunan Nasional, meliputi isu-isu transisi energi, ketahanan pangan, dan juga pengembangan industri yang bernilai tambah alias hilirisasi. Danantara juga ingin banyak melihat sektor-sektor yang imperatif dalam penciptaan lapangan kerja, dan juga pertumbuhan inklusif.

"Ini kesempatan kami untuk melihat dan juga mengembangkan mitra-mitra baru nanti di sana. Long-term partnership dan kemungkinan adanya co-investments yang bisa kita explore di sana," jelas Arief.

Arief menambahkan, dalam WEF 2026 ini, Danantara akan diperkenalkan diri sebagai badan pengelolaan investasi strategis nasional yang dikelola secara profesional, transparan dan akuntabel serta siap menjadi mitra global.

Baca Juga: Danantara Mulai Groundbreaking Proyek Hilirisasi Februari 2026

Sebagai informasi, Pemerintah akan memboyong Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) ke ajang World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss pada 19–23 Januari 2026. Forum ini menjadi momentum penting bagi Danantara untuk mengakselerasi rencana ekspansi investasi di tingkat global, khususnya dengan memanfaatkan pertemuan strategis dengan berbagai mitra internasional.

WEF 2026 akan mempertemukan hingga 3.000 peserta dari 130 negara. Adapun para peserta meliputi kepala eksekutif dan pemimpin dari perusahaan-perusahaan mitra, bersama dengan kepala negara dan pemerintahan, pejabat publik dari negara-negara G7, G20, BRICS, dan lainnya, serta para pemimpin organisasi internasional. Presiden Prabowo Subianto juga dijadwalkan menghadiri perhelatan yang mengangkat tema “A Spirit of Dialogue” ini.

x|close