Dari Kapal Sampai Hiu Paus, Ini Jurus PIS Berhasil Kurangi 116 Ribu Ton Emisi di 2025!

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Jan 2026, 13:57
thumbnail-author
Okky Tri Nugroho
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
(Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - PT Pertamina International Shipping (PIS) terus berkomitmen menjaga ketahanan energi nasional salah satunya dengan memperkuat aspek keberlanjutan. Sepanjang 2025, PIS fokus pada pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat dengan mengintegrasikan berbagai inisiatif mulai dari pengurangan emisi karbon hingga peningkatan literasi maritim dan akses energi terbarukan.

Konsisten menjaga bumi, PIS berhasil mengurangi total emisi karbon sebesar 116.761 ton setara karbon dioksida atau CO2 equivalent (CO2e) pada tahun lalu. Kontribusi signifikan penurunan emisi tercatat pada armada tanker Pertamina Prime sebanyak 37.596 ton CO2e, Pertamina Pride 24.969 ton CO2e, dan Pertamina Halmahera 15.407 ton CO2e.

Secara keseluruhan, PIS mengedepankan pendekatan efisiensi energi serta modernisasi teknologi kapal untuk memastikan setiap pelayaran memberikan jejak karbon yang semakin rendah dari waktu ke waktu.

Dari sisi operasional, optimalisasi kecepatan kapal (speed optimization) menjadi kontributor terbesar dengan pengurangan sekitar 78.500 ton CO2e atau setara 67% dari total inisiatif penurunan emisi. Pengaturan kecepatan yang presisi terbukti mampu menekan konsumsi bahan bakar secara signifikan tanpa mengganggu keandalan distribusi energi.

“PIS berkomitmen untuk menjaga keseimbangan energi dengan transformasi industri maritim menuju pelayaran hijau yang lebih berkelanjutan," ujar Pjs. Corporate Secretary PIS Vega Pita dalam keterangannya, Kamis, 29 Januari 2026.

Seorang penyelam sedang menyelam ke laut  <b>(istimewa)</b> Seorang penyelam sedang menyelam ke laut (istimewa)

PIS juga mendorong kelestarian laut Indonesia yang menjadi rumah bagi ribuan biota laut. Melalui program blue carbon restoration, dengan melakukan; penanaman 38.000 pohon mangrove, 3.200 lamun, dan 2.635 fragmen terumbu karang, sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem pesisir Indonesia.

Terbaru, PIS juga menandai 4 ekor hiu paus di perairan Kepulauan Derawan. Hingga kini, PIS telah berhasil menandai 7 ekor dan memantau 207 ekor hiu paus selama 2 tahun terakhir.

Selain komitmennya terhadap pelestarian lingkungan, PIS juga memberikan perhatian besar pada penguatan budaya kerja dan pemberdayaan sosial. PIS terus memperkuat budaya kerja yang sehat, aman (HSSE Ready), dan inklusif salah satunya melalui komunitas PERTIWI (Perempuan Pertamina Tangguh Inspiratif Wibawa Integritas). Program PERTIWI hadir sebagai motor penggerak dalam pemberdayaan perempuan di lingkungan PIS serta meningkatkan partisipasi perempuan dalam kepemimpinan hingga 30% pada 2034.

Sebagai bagian dari upaya pengembangan talenta, PIS meluncurkan berbagai program kepemimpinan seperti program Next Wave, Navigator (program akselerasi kapasitas strategis dan kepemimpinan perwira PIS), dan edukasi keberlanjutan AcademySEA. Ketiga program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas talenta unggul dan berdaya saing global yang menjadi langkah penting dalam mencetak pemimpin-pemimpin masa depan di industri maritim Indonesia.

Tidak berhenti disitu, PIS juga menunjukkan komitmennya untuk memberikan dampak langsung kepada masyarakat melalui ragam aktivitas sosial. Salah satunya adalah OceanLiteraSEA, yang bertujuan untuk meningkatkan literasi maritim di kalangan anak-anak pesisir dengan memberikan mereka pemahaman yang lebih dalam tentang pentingnya laut bagi kehidupan.

Selain itu, Desa Energi Berdikari yang telah dilaksanakan sejak 2024, telah berhasil membuka jalan untuk kemandirian energi dan ekonomi masyarakat di 3 daerah terpencil di Indonesia.

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan di bawah program BerSEAnergi untuk Laut, PIS berkolaborasi dengan Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE) menghadirkan layanan kesehatan terapung Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II di Waigeo Utara, Raja Ampat, Papua Barat Daya. Selama 4 bulan berlangsung, kolaborasi layanan kesehatan tersebut telah menjangkau 4.099 pasien dan penerima manfaat.

x|close