Australia Tutup Sementara Sejumlah Kedutaan di Timur Tengah di Tengah Eskalasi Perang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mar 2026, 04:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Australia Australia (Istimewa)

Ntvnews.id, Canbera - Pemerintah Australia memutuskan menutup sementara sejumlah kedutaan besarnya di kawasan Timur Tengah menyusul meningkatnya kekhawatiran terhadap eskalasi konflik di wilayah tersebut. Langkah ini diambil ketika perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran terus berlangsung dan meluas.

Pemerintah di Canberra menyebut sejumlah kota yang menjadi lokasi misi diplomatik Australia di Timur Tengah telah terdampak serangan. Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, mengumumkan bahwa pemerintah menutup sementara Kedutaan Besar Australia di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, serta di Tel Aviv, Israel. Selain itu, Konsulat Australia di Dubai juga ikut ditutup sementara.

Dilansir dari Reuters, Kamis, 12 Maret 2026, Wong menyatakan bahwa setidaknya sembilan kota yang menjadi lokasi kedutaan dan konsulat Australia telah terkena serangan rudal dan drone.

"Serangan balasan Iran terus berlanjut dalam skala dan kedalaman yang belum pernah kita lihat sebelumnya," kata Wong kepada parlemen Australia.

Ia juga memperingatkan bahwa konflik tersebut kemungkinan masih akan terus berkembang dalam waktu dekat. Menurutnya, "kemungkinan akan meningkat dan berlanjut dalam waktu dekat".

Baca Juga: Australia Beri Visa Kemanusiaan kepada Lima Pesepakbola Wanita Iran

"Misi (diplomatik) kita di Abu Dhabi, Dubai, dan Tel Aviv semuanya harus ditutup secara fisik dalam seminggu terakhir," ucapnya.

Pemerintah Australia juga telah menginstruksikan keluarga para pejabat diplomatik yang bertugas di Uni Emirat Arab dan Israel untuk segera meninggalkan kedua negara tersebut demi alasan keamanan.

"Serangan berbahaya dan destabilisasi oleh Iran membahayakan nyawa warga sipil, termasuk nyawa warga Australia, dan kita terus mendukung warga Australia yang terdampak seiring dengan dimulainya kembali penerbangan komersial terbatas dan perluasan upaya konsuler," ujar Wong.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Sebagai balasan, Teheran meluncurkan serangan rudal dan drone yang menargetkan berbagai lokasi di Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi tempat aset militer Amerika Serikat.

Di tengah situasi tersebut, pemerintah Australia juga melakukan evakuasi warganya dari kawasan konflik. Tercatat lebih dari 3.200 warga Australia telah kembali dari Timur Tengah melalui 23 penerbangan komersial. Ketika konflik mulai pecah, sekitar 115.000 warga negara Australia diketahui berada di wilayah tersebut.

x|close