OJK: Plt Dirut BEI Dipilih dari Direksi yang Sedang Menjabat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Jan 2026, 16:11
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Jajaran pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam Konferensi Pers di Gedung, BEI, Jakarta, Jumat, 30 Januari 2026. (Antara/ Muhammad Heriyanto) Jajaran pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam Konferensi Pers di Gedung, BEI, Jakarta, Jumat, 30 Januari 2026. (Antara/ Muhammad Heriyanto) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dipilih dari jajaran direksi yang saat ini masih menjabat. Mekanisme tersebut merupakan prosedur rutin ketika posisi direktur utama mengalami kekosongan.

“Kalau itu memang dari direksi, kan itu mekanisme rutin atau reguler ya. Pada saat Dirut tidak ada, tentu dari salah satu Direktur akan diangkat, dan menjadi pejabat sementara,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar di Gedung BEI, Jakarta, Jumat, 30 Januari 2026.

Mahendra menegaskan, terkait direktur yang berpotensi ditunjuk sebagai Plt Dirut, proses tersebut sepenuhnya merupakan mekanisme internal BEI dan berada di luar kewenangannya.

“Ada proses internalnya. Itu bukan kewenangan saya,” ujar Mahendra.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi menyampaikan bahwa OJK akan memastikan penunjukan Plt Dirut BEI dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku guna menjaga kesinambungan kepemimpinan, pengambilan keputusan strategis, serta stabilitas operasional bursa.

Baca Juga: Istana Buka Suara Soal Mundurnya Dirut BEI

Menurut Inarno, penunjukan Plt Dirut akan dilakukan oleh jajaran direksi BEI yang masih aktif menjabat.

“Tentunya itu sudah diatur di Anggaran Dasar di Bursa Efek Indonesia dan ini masih dalam proses. Jadi, itu penambahannya nanti akan ditunjuk oleh Board of Directors (BOD) daripada IDX,” ujar Inarno.

Ia memastikan proses tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Segera, segera, tentunya segera,” ujar Inarno.

Saat ini, sejumlah nama direksi BEI yang berpotensi ditunjuk sebagai Plt Dirut antara lain Direktur Penilaian Perusahaan I Gede Nyoman Yetna, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Irvan Susandy, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Kristian Sihar Manullang, Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko Sunandar, Direktur Pengembangan Jeffrey Hendrik, serta Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum Risa Effennita Rustam.

Baca Juga: Dirut BEI Mundur, Purbaya: Bentuk Tanggung Jawab atas Masalah yang Timbul di Bursa

Sebelumnya, Direktur Utama BEI Iman Rachman mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi pasar modal Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

“Walaupun kondisi kita pagi hari ini membaik, saya ingin menyampaikan statement dan ini tidak ada tanya-jawab, bahwa saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin. menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” ujar Iman.

Terkait proses administrasi, Iman menegaskan seluruh tahapan akan mengikuti ketentuan Anggaran Dasar yang berlaku.

“Administrasi semuanya akan berlaku sesuai dengan ketentuan anggaran dasar kita. Nanti akan ada sementara PLT yang akan ditunjuk berdasarkan aturan kita sampai ditunjuk definitif Direktur Utama yang baru,” ujar Iman.

(Sumber: Antara) 

x|close