Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menegaskan pengunduran dirinya dari jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) merupakan konsekuensi dari penugasan negara yang diterimanya untuk mengisi posisi Wamenkeu. Hal itu disampaikan Juda Agung usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.
"Iya, emang ketika saya menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia, saya kemudian ditugaskan untuk menjadi Wakil Menteri Keuangan, sehingga ketika itu saya harus mengundurkan diri dan sekarang sudah dilantik,” ujar Juda.
Lebih lanjut, terkait alasan pengunduran dirinya dari BI, Juda menegaskan tidak ada opsi rangkap jabatan karena perbedaan otoritas antara bank sentral dan kementerian keuangan.
"Alasan pengunduran diri jelas, karena saya ditugaskan sebagai Wakil Menteri Keuangan. Tentu saja tidak bisa merangkap sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Dua otoritas yang berbeda,” katanya.
Baca Juga: Prabowo Lantik Juda Agung Jadi Wakil Menteri Keuangan
Juda juga menepis anggapan bahwa penugasan tersebut bersifat mendadak. Ia menyebut proses penugasan sudah direncanakan sejak jauh hari sebelum pelantikan dilakukan.
"Cukup, cukup jauh-jauh hari, bukan mendadak,” ucapnya.
Wakil Menteri keuangan Juda Agung dan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Adies Kadir (NTVnews)
Terkait pembagian tugas dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Juda menyampaikan bahwa pembahasan teknis belum dilakukan dan akan segera dibicarakan dalam waktu dekat.
"Betul. Detailnya belumlah. Detailnya nanti insyaallah besok saya ketemu beliau untuk membahas detail pembagian tugasnya,” jelasnya.
Baca Juga: Prabowo Subianto Saksikan Pengucapan Sumpah Jabatan Adies Kadir sebagai Hakim MK di Istana Negara
Dalam kesempatan yang sama, Juda juga menanggapi soal arahan Presiden Prabowo Subianto kepada dirinya setelah resmi menjabat sebagai Wamenkeu.
"Enggak, enggak ada. Tapi intinya dari Presiden bahwa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, mencapai program-program pemerintah yang sudah dicanangkan, tentu saja perlu koordinasi antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter dan juga tentu saja kebijakan di sektor riil, sehingga ini menjadi efektif di dalam upaya kita untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan,” kata Juda.
Wakil Menteri keuangan Juda Agung (NTVnews)