Ntvnews.id, Jakarta - Sejumlah analis menilai kebijakan pemerintah berhasil menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan konsumsi rumah tangga.
Hal tersebut tercermin dari konsumsi rumah tangga Indonesia yang tumbuh 4,98 persen pada 2025, meningkat dibandingkan 4,94 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari kebijakan anggaran pemerintah yang memberikan bantalan terhadap daya beli masyarakat, terutama melalui bantuan sosial dan subsidi pangan.
“Seluruhya berkontribusi terhadap menguatnya daya beli masyarakat,” ujar Andry dalam risetnya, Kamis, 5 Februari 2026.
Sementara itu, Ekonom Bank Permata, Faisal Rachman, menilai pertumbuhan konsumsi sepanjang 2025 turut didorong oleh kinerja kuat pada triwulan IV. Pada periode tersebut, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,11 persen secara tahunan, meningkat dari 4,89 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurutnya, akselerasi konsumsi pada akhir tahun mencerminkan tingginya aktivitas ekonomi menjelang Natal dan Tahun Baru. Selain faktor musiman, kebijakan bantuan tunai pemerintah disebutnya juga memperkuat momentum tersebut.
“Penyaluran bantuan tunai dan terkendalinya inflasi telah menjaga daya beli masyarakat,” tutur dia.
Kemudian, Chief Economist IQI Global, Shan Saeed, menilai terjaganya konsumsi rumah tangga yang berkontribusi sekitar 54–55 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) akan tetap menjadi jangkar permintaan domestik Indonesia.
Menurutnya, prospek tersebut didukung oleh ketahanan pasar tenaga kerja, inflasi yang terkendali, serta meningkatnya pendapatan riil masyarakat.
“Dengan demikian, pendapatan per kapita Indonesia semakin mulus menuju USD 5.000, yang menegaskan kedalaman permintaan domestik dan mobilitas sosial,” ujarnya.
Bantuan Soaial atau Bansos (Istimewa)