A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Kemkomdigi Selidiki Dugaan Kebocoran Data Pelamar Rekrutmen PJLP - Ntvnews.id

Kemkomdigi Selidiki Dugaan Kebocoran Data Pelamar Rekrutmen PJLP

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Feb 2026, 15:52
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyampaikan paparan saat diskusi Infrastruktur Digital dan Ketahanan Warga Pascabencana di Aceh, di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta, Kamis, 22 Januari 2026. Wamenkomdigi Nezar Patria mengatakan pemulihan jaringan telekomunikasi pascabencana banjir dan longsor di Aceh mencapai hasil signifikan dengan tingkat pemulihan 99 persen seiring pulihnya pasokan listrik di wilayah terdampak. (ANTARA FOTO/Reno Esnir/fzn/tom) Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyampaikan paparan saat diskusi Infrastruktur Digital dan Ketahanan Warga Pascabencana di Aceh, di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta, Kamis, 22 Januari 2026. Wamenkomdigi Nezar Patria mengatakan pemulihan jaringan telekomunikasi pascabencana banjir dan longsor di Aceh mencapai hasil signifikan dengan tingkat pemulihan 99 persen seiring pulihnya pasokan listrik di wilayah terdampak. (ANTARA FOTO/Reno Esnir/fzn/tom) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) tengah menelusuri dugaan kebocoran data pelamar pada proses rekrutmen yang digelar instansi tersebut.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria saat ditemui di Jakarta, Jumat, 6 Februari 2026, menjelaskan bahwa prosedur rekrutmen tenaga kerja baru seharusnya tidak dilakukan melalui platform Google Drive.

"Lagi ditelusuri dan lagi diperiksa oleh Irjen (Inspektorat Jenderal Kemkomdigi). Jadi, kesalahannya di mana dan kita liat kenapa itu bisa terjadi," kata Nezar.

Nezar menambahkan, dugaan kebocoran data juga telah dikomunikasikan dengan Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital, pihak yang membuka lowongan kerja tersebut. Saat ini, Kemkomdigi sedang melakukan penyelidikan internal untuk menelusuri kesalahan prosedur dalam proses penerimaan tenaga kerja.

Ia memastikan tautan yang memuat dokumen pelamar kini telah ditutup, dan proses rekrutmen selanjutnya menggunakan platform yang lebih aman.

Baca Juga: Kemkomdigi Terapkan Normalisasi Bersyarat Akses Layanan Grok

"Kita ketahui kecerobohan itu terjadi dalam waktu yang singkat, lalu langsung ditutup dan diganti ke kanal yang lain dengan menggunakan platform yang lebih aman," ujarnya.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi membuka lowongan kerja untuk posisi Pengadaan Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) dengan sembilan posisi yang tersedia.

Permasalahan muncul karena pelamar diminta mengunggah dokumen pribadi, termasuk CV, fotokopi ijazah, KTP, transkrip nilai, dan surat keterangan sehat, melalui tautan yang tercantum dalam pengumuman. Tautan tersebut mengarah ke penyimpanan awan dengan akses terbuka, sehingga dokumen bisa diakses oleh siapa saja tanpa perlindungan keamanan.

Pada rapat kerja dengan Komisi I DPR RI, Rabu, 4 Februari 2026, Sekretaris Jenderal Kemkomdigi Ismail menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan evaluasi internal terkait keamanan data pelamar.

"Sifatnya masukan, ya, kami paham betul bahwa kualitas SDM di Komdigi perlu dilakukan peningkatan, perbaikan pada proses terkait dan hal-hal yang berkaitan dengan masalah ini. Saat ini sedang ditangani secara internal," kata Ismail.

Baca Juga: Wamen Komdigi Nezar Patria Ungkap Hasil Rapat dengan Komisi I DPR

(Sumber: Antara) 

x|close