Ini Sosok Pemilik Toko Emas Tiffany & Co yang Disegel Bea Cukai

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Feb 2026, 12:29
thumbnail-author
Zaki Islami
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah (Kanwil) Jakarta melakukan penyegelan terhadap sejumlah toko perhiasan mewah Tiffany & Co.  Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah (Kanwil) Jakarta melakukan penyegelan terhadap sejumlah toko perhiasan mewah Tiffany & Co.

Ntvnews.id, Jakarta - Nama Tiffany & Co tengah menjadi perhatian publik setelah tiga gerainya di Jakarta disegel oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kantor Wilayah Jakarta. Penyegelan tersebut diduga berkaitan dengan persoalan administrasi impor barang mewah.

Di tengah polemik tersebut, muncul pertanyaan: siapa sebenarnya pemilik brand perhiasan legendaris ini dan bagaimana posisinya di industri global?

- Sejarah dan Perjalanan Kepemilikan

Pihak Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jakarta saat melakukan penyegelan terhadap sejumlah toko perhiasan mewah Tiffany&amp;Co di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026. ANTARA/HO-Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jakarta <b>(Antara)</b> Pihak Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jakarta saat melakukan penyegelan terhadap sejumlah toko perhiasan mewah Tiffany&Co di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026. ANTARA/HO-Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jakarta (Antara)

Tiffany & Co merupakan rumah perhiasan asal Amerika Serikat yang berdiri sejak 1837. Perusahaan ini didirikan oleh Charles Lewis Tiffany bersama John B. Young di New York.

Nama Tiffany semakin melambung ketika aktris Audrey Hepburn mengenakan koleksi perhiasannya dalam film klasik Breakfast at Tiffany's. Sejak itu, citra elegan dan eksklusif melekat kuat pada merek dengan kotak biru ikonik tersebut.

Baca Juga: Penyegelan Gerai Tiffany & Co Dinilai Perkuat Perlindungan UMKM Perhiasan

Namun, sejak Januari 2021, Tiffany & Co resmi menjadi bagian dari konglomerasi barang mewah asal Prancis, LVMH Moet Hennessy Louis Vuitton. Akuisisi senilai sekitar US$15,8 miliar itu tercatat sebagai salah satu transaksi terbesar dalam sejarah industri luxury global.

- Di Bawah Kendali LVMH

LVMH dipimpin oleh Bernard Arnault, yang dikenal sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Meski berada di bawah naungan grup tersebut, Tiffany tetap beroperasi sebagai “maison” atau rumah mode independen dalam portofolio LVMH.

Setelah proses akuisisi rampung, putra Bernard Arnault, Alexandre Arnault, dipercaya menjabat sebagai Executive Vice President Tiffany & Co. Ia bertanggung jawab atas strategi komunikasi serta pengembangan produk.

Langkah ini sekaligus memperkuat posisi LVMH di sektor jam tangan dan perhiasan, melengkapi merek-merek ternama lain seperti Bulgari, TAG Heuer, Hublot, dan Chaumet.

Dengan sejarah panjang dan dukungan konglomerasi global, Tiffany & Co tetap menjadi salah satu pemain utama dalam industri perhiasan mewah dunia, meski kini tengah menghadapi sorotan terkait operasional gerainya di Indonesia.

x|close