Purbaya soal Impor 150 Ribu Pick-up India: Kita Ikuti Pak Dasco Saja

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Feb 2026, 17:45
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons terkait impor 105 ribu mobil pick-up dari India yang akan digunakan untuk kebutuhan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons terkait impor 105 ribu mobil pick-up dari India yang akan digunakan untuk kebutuhan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons terkait impor 105 ribu mobil pick-up dari India yang akan digunakan untuk kebutuhan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Bendahara Negara itu menegaskan akan mengikuti arahan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad untuk menunda impor ribuan mobil pick-up dari India.

"Pak Dasco ada komentar katanya kemarin, kita ikutin Pak Dasco saja," ucap Purbaya di Jakarta, Selasa 24 Februari 2026.

Menurut Purbaya, Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen yang jelas untuk mendorong penguatan industri dalam negeri. 

Baca juga: Purbaya: Penerimaan Pajak Naik 30 Persen, Belanja Dipercepat, Ekonomi Membaik

Untuk itu, ia menilai langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam menggalakkan produksi nasional.

"Kalau menurut saya harusnya sih kalau Presiden juga tujuannya adalah menggalakkan industri dalam negeri. Saya pikir presiden sih posisinya clear dalam hal ini," lanjutnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta pemerintah menunda rencana impor 105 ribu mobil pick-up dari India yang akan digunakan untuk kebutuhan program KDKMP.

"Saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu, mengingat Presiden masih di luar negeri," ucap Dasco di kompleks parlemen, Senin 23 Februari 2026.

Dasco menambahkan, Presiden nantinya akan membahas secara rinci rencana impor tersebut, termasuk mempertimbangkan berbagai aspek teknis dan strategis.

Selain itu, ia menilai Presiden juga akan meminta pendapat serta melakukan kalkulasi terkait kesiapan perusahaan dalam negeri sebelum keputusan akhir diambil.

"Sehingga kami sudah menyampaikan pesan untuk ditunda dulu. Demikian," lanjutnya.

Baca juga: Purbaya Usai Penyegelan Toko Emas di Pluit: Orang Bea Cukai Ada yang Nipu-nipu Tuh

Seperti diketahui, sebanyak 105.000 unit mobil pick-up atau bak terbuka direncanakan akan diimpor dari India untuk digunakan dalam program Koperasi Merah Putih.

Pengadaan kendaraan tersebut dilakukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara dengan nilai total proyek mencapai Rp 24,66 triliun.

Rinciannya, sebanyak 35.000 unit merupakan model Scorpio pickup yang diproduksi Mahindra & Mahindra, sementara sisanya dipasok oleh Tata Motors.

Perusahaan otomotif India tersebut akan mengirimkan 35.000 unit pick-up Yodha dan 35.000 unit pick-up Ultra T.7 Light Truck, sehingga total keseluruhan pengadaan mencapai Rp24,66 triliun.

x|close