Polemik Dwi Sasetningtyas, Dirut LPDP Minta Maaf: Kami Sangat Menyesalkan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Feb 2026, 11:20
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama LPDP Sudarto Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama LPDP Sudarto (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)


Ntvnews.id, Jakarta - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan pernyataan alumni penerima beasiswa yang kontroversial, Dwi Sasetningtyas. 

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama LPDP Sudarto menyayangkan sikap alumni LPDP yang menurutnya tidak baik dan menimbulkan diskusi panjang di masyarakat.

"Kami atas nama LPDP dan seluruh alumni mengucapkan permohonan maaf, kita menyesalkan karena hal yang tidak baik sehingga timbul diskusi di antara kita yang seharusnya bisa kita hindari," ucap Sudarto dalan media briefing, Rabu 25 Februari 2026.

Lebih lanjut Sudarto meminta kepada seluruh alumni LPDP untuk menjaga etika, moral, dan nilai-nilai kebangsaan. Dirinya menegaskan bahwa dana yang digunakan untuk beasiswa di LPDP berasal dari uang rakyat.

"Saya perlu menyampaikan kepada seluruh alumni LPDP tolong ke depan bisa menjaga etika moral dan nilai-nilai kebangsaan. Ada jargon sekarang lu pakai duit pajak, Ingat itu," bebernya.

Baca jugaDirut LPDP Ingatkan Alumni Jaga Moral dan Nilai Kebangsaan

  Banggakan Anak Jadi WN Inggris, Penerima LPDP Dihujat Netizen <b>(Instagram)</b> Banggakan Anak Jadi WN Inggris, Penerima LPDP Dihujat Netizen (Instagram)

Lanjut kata Sudarto, keberlangsungan LPDP sangat bergantung pada kepercayaan masyarakat. 

Menurutnya dana abadi pendidikan yang dikelola saat ini merupakan harapan jangka panjang rakyat Indonesia untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang berdampak positif bagi kemajuan bangsa.

"Mari kita buktikan bahwa harapan masyarakat dengan membentuk dana abadi pendidikan ini adalah jangka panjang memang berdampak," bebernya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons terkait hebohnya alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang viral karena pernyataan kontroversial.

Dalam hal ini, Purbaya menyebut banyak warga yang mengejek situasi ekonomi Indonesia saat ini jelek.

"Mungkin teman-teman sudah bosan ya, kalau kita melihat kondisi global. Temen-temen banyak yang ngeledekin oh Indonesia jelek termasuk yang kemarin tuh dia bilang anaknya jangan warga negara Indonesia," ucap Purbaya dalam konferensi pers APBNKita edisi Februari 2026.

Purbaya menyebut mereka yang mempunyai asumsi tersebut akan menyesal lantaran kondisi Indonesia akan lebih bagus 20 tahun lagi.

"Mungkin 20 tahun lagi akan nyesel, karena kita 20 tahun lagi kita akan bagus banget," lanjutnya.

Menkeu Purbaya dan Dwi Sasetyaningtyas Bersama Suami <b>(Instagram)</b> Menkeu Purbaya dan Dwi Sasetyaningtyas Bersama Suami (Instagram)

Baca jugaBos LPDP ke Para Alumni: Lu Pakai Duit Pajak, Ingat Itu!

Hal tersebut menyusul viral di media sosial seorang pengguna Instagram @sasetyaningtyas, yang bersama suaminya merupakan penerima beasiswa LPDP yang membuat pernyataan kontroversial.

Dalam sebuah unggahannya, dirinya memamerkan mendapatkan surat dari Home Office Britania Raya soal kewarganegaraan Inggris bagi anak keduanya.

Surat yang dipamerkannya di unggahan tersebut menyatakan bahwa anak keduanya kini telah resmi menjadi warga negara Inggris, dimana dia juga memperlihatkan paspor Inggris yang datang bersamaan dengan surat tersebut.

Padahal sang suami, masih mengenyam pendidikan Doktor yang juga menggunakan fasilitas LPDP. Diduga, perolehan S2 dan S3 sang suami malah melanggar perjanjian LPDP. Kendati begitu, saat ini Dwi akhirnya meminta maaf.

x|close