Danantara Segera Umumkan Pemenang Tender Waste To Energy di 4 Kota

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Feb 2026, 13:15
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Kementerian ESDM gencar melakukan pengembangan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) atau waste to energy (WtE/PLTSa), teknologi Refuse Derived Fuel (RDF), biogas, serta pemanfaatan biomassa/ist Kementerian ESDM gencar melakukan pengembangan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) atau waste to energy (WtE/PLTSa), teknologi Refuse Derived Fuel (RDF), biogas, serta pemanfaatan biomassa/ist

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Danantara menyatakan akan segera mengumumkan perusahaan pemenang tender proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy (WtE) tahap pertama di empat kota, yakni Denpasar, Bekasi, Bogor, dan Yogyakarta. Pengumuman tersebut dijadwalkan berlangsung pada Maret 2026.

Direktur Investasi PT Danantara Investment Management, Fadli Rahman, menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.

"Pemenang adalah yang (kriterianya) sesuai dengan Perpres itu (Peraturan Presiden RI Nomor 109 Tahun 2025) yang memiliki kemampuan teknikal yang sangat baik, kemampuan finansial dan ekonomi yang sangat baik, dan juga risiko yang bisa termanage dengan baik," kata Fadli Rahman di Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026.

Ia menambahkan, Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Roesan Roeslani akan secara langsung mengumumkan pemenang proyek tersebut.

Program WtE sendiri merupakan inisiatif nasional untuk mengolah sampah perkotaan menjadi energi listrik sebagai solusi atas kondisi darurat sampah sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Dalam proses tender, sebanyak 24 perusahaan internasional ikut serta.

Baca Juga: Menteri LH: DKI dan Bandung Belum Siap Jalankan Proyek Sampah Jadi Energi

Direktur Investasi PT Danantara Investment Management Fadli Rahman di Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026. ANTARA/Indra Arief Pribadi/am. <b>(Antara)</b> Direktur Investasi PT Danantara Investment Management Fadli Rahman di Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026. ANTARA/Indra Arief Pribadi/am. (Antara)

"Sebanyak 24 perusahaan internasional dari China, Prancis, Jepang, telah mengikuti seleksi dan mengikuti tender proyek WtE. Perusahaan internasional itu adalah 20 perusahaan dari China, 3 dari Jepang, dan satu dari Prancis," katanya.

Dari masing-masing lokasi, akan dipilih satu perusahaan yang selanjutnya membentuk konsorsium dengan perusahaan domestik serta menggandeng mitra lokal untuk pelaksanaan proyek.

Sejumlah aspek menjadi pertimbangan dalam evaluasi, mulai dari latar belakang perusahaan, kemampuan teknis, rancangan peralatan dan operasional, kualitas desain dan konstruksi, hingga analisis dampak lingkungan, sosial, serta ekonomi.

Selain itu, kemampuan finansial dan kesiapan mitra lokal juga menjadi bagian dari penilaian. Bobot terbesar diberikan pada aspek teknologi WtE, baik dari sisi desain maupun implementasi, mengingat Indonesia belum memiliki teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Baca Juga: Proyek Sampah Jadi Listrik Tunggu Kajian Danantara, ESDM Siapkan Regulasi

Karena itu, pemenang tender diwajibkan melakukan transfer teknologi kepada Indonesia melalui program pelatihan tenaga kerja lokal.

"Tenaga kerja yang di-traning itu juga akan dikirim belajar ke negara asal perusahaan itu," kata dia. Selain teknologi, Danantara turut menilai risiko korporasi, teknis, finansial, ekonomi, sosial, dan lingkungan yang tercantum dalam proposal peserta.

Untuk tahap pertama, kebutuhan investasi diperkirakan mencapai 150 hingga 170 juta dolar AS per lokasi dengan skema pembiayaan 70 persen berasal dari investasi asing langsung (FDI) dan 30 persen dari ekuitas Danantara.

Dengan demikian, total investasi untuk empat kota tersebut sedikitnya mencapai 600 juta dolar AS. Secara keseluruhan, Danantara menargetkan pembangunan proyek WtE di 33 lokasi di Indonesia.

Setelah empat kota tahap awal, lelang berikutnya direncanakan digelar pada April 2026 atau setelah Lebaran 2026.

(Sumber: Antara) 

x|close