Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyampaikan puncak arus balik Lebaran 2026 kedua diprediksi akan terjadi pada 28 hingga 29 Maret.
Hal tersebut diungkapkan saat meninjau arus balik Lebaran 206 di Jasa Marga Toll Road Command Center (JMTC), Jatiasih, Bekasi, Rabu 25 Maret 2026.
Dudy menjelaskan, terjadi peningkatan pada sektor angkutan umum selama periode Lebaran.
"Berkaitan dengan angkutan umum selama lebaran dari mulai H-8 sampai dengan H+3 itu terjadi kenaikan sebesar 4,07 persen. Kemudian pergerakan keberangkatan penumpang angkutan umum dari mulai H-8 sampai dengan H+3 adalah naik sebesar 11,11 persen," ucap Dudy.
Baca juga: Hindari Macet Parah, Masyarakat Diminta Hindari Puncak Arus Balik 28–29 Maret
Namun, ia menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat dinamis karena perhitungan akan terus hingga puncak arus balik pada 28 dan 29 Maret 2026.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, pemerintah mendorong masyarakat memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA), serta insentif diskon tarif tol sebesar 30 persen yang berlaku pada 26 dan 27 Maret.
"Kita harapkan masyarakat dapat memanfaatkan ini sehingga kita bisa mengurangi kepadatan yang kita prediksi akan terjadi pada tanggal 28 maupun 29 Maret," jelasnya.
Selain itu, Dudy juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah mematuhi aturan dan arahan petugas selama periode mudik dan arus balik.
Baca juga: Arus Balik Lebaran, Kapolri Catat 2 Juta Kendaraan Masuk Jakarta
Pemerintah berharap tren positif ini dapat terus berlanjut hingga akhir masa arus balik Lebaran, dengan angka kecelakaan dan fatalitas yang semakin menurun.
"Harapan kami bahwa ke depan sampai dengan tanggal 29 Maret nanti tingkat kecelakaan maupun fatalitas akan semakin menurun," tandasnya.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyampaikan puncak arus balik Lebaran 2026 kedua diprediksi akan terjadi pada 28 hingga 29 Maret. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)