Ntvnews.id, Jakarta - Danantara Indonesia buka suara terkait informasi yang beredar di media sosial terkait investasi di studio film asal Amerika Serikat (AS) A24.
Tim Komunikasi Danantara Indonesia menyampaikan pihaknya tetap berpegang pada mandat utama perusahaan dalam menjalankan investasi.
"Danantara Indonesia berpegang teguh terhadap mandatnya untuk menghadirkan imbal hasil yang optimal serta memastikan setiap investasi membawa nilai strategis bagi pembangunan keberlanjutan Indonesia,” tulis Danantara dalam keterangan resmi, Kamis 26 Maret 2026.
Lebih lanjut, Danantara belum memberikan rincian lebih lanjut terkait informasi investasi itu, pihaknya menegaskan setiap keputusan investasi tidak hanya mempertimbangkan aspek finansial, tetapi juga dampak jangka panjang bagi perekonomian nasional.
Baca juga: Danantara Umumkan Penerbitan Surat Utang Lagi Senilai Rp7 Triliun
Baca juga: Bos Danantara Sebut Restrukturisasi BUMN Karya Masuki Fase Konsolidasi
“Meski kami belum dapat menyampaikan rincian lebih lanjut saat ini, setiap keputusan investasi yang diambil selalu mempertimbangkan tidak hanya aspek finansial, tetapi juga mendorong adanya transfer pengetahuan, penciptaan lapangan kerja, serta kontribusi nyata terhadap pembangunan sosial dan ekonomi nasional,” ucapnya.
Danantara Indonesia terus berkomitmen untuk menjunjung tinggi standar transparansi dan tata kelola terbaik.
"Setiap peluang investasi yang kami lakukan harus melewati proses uji tuntas yang menyeluruh agar sejalan dengan kepentingan jangka panjang Indonesia,” tandasnya.
Sebelumnya, beredar infomasi investasi Danantara dengan studio film independen ternama asal Amerika Serikat, A24 seperti diungkapkan lewat akun X @xyzid6292.
"Info A1 Danantara nyimpen duit A24 ratusan Miliar. Hehehe playbook 1MBD much?" tulis akun tersebut dikutip, Kamis, 26 Maret 2026.
Pegawai berjalan di halaman Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Senin, 8 September 2025. Dalam enam bulan pertama operasionalnya, Danantara mencatat sejumlah capaian penting, salah satunya keberhasilan memperoleh pendanaan sebesar 10 miliar dolar AS (ANTARA)