Harga BBM Naik, Ini Cara Hemat Bahan Bakar Menurut Pakar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Mar 2026, 11:30
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Petugas SPBU Pertamina mengisi BBM pelanggan. (ANTARA/HO-PT Pertamina Patra Niaga) Ilustrasi - Petugas SPBU Pertamina mengisi BBM pelanggan. (ANTARA/HO-PT Pertamina Patra Niaga) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada awal Maret 2026 mendorong masyarakat, khususnya pengemudi kendaraan, untuk lebih cermat dalam mengatur konsumsi bahan bakar sehari-hari.

Meskipun harga BBM di Indonesia relatif stabil, fluktuasi pasar minyak global sempat memengaruhi sejumlah negara.

Kondisi tersebut dipicu oleh konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada Selat Hormuz, sebagai salah satu jalur utama distribusi minyak dunia.

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, menjelaskan bahwa terdapat berbagai langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menghemat BBM tanpa perlu mengubah kebiasaan berkendara secara signifikan.

Baca Juga: Australia Pangkas Pajak BBM Setengahnya untuk Redam Lonjakan Harga Energi

"Pengemudi mobil dapat menghemat BBM dengan menjaga kecepatan tetap stabil, menghindari akselerasi dan pengereman mendadak," kata dia ketika dihubungi dari Jakarta, Senin 30 Maret 2026.

Ia menambahkan bahwa gaya berkendara agresif seperti ngebut, akselerasi cepat, serta pengereman mendadak dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar secara signifikan.

Berdasarkan data dari Departemen Energi Amerika Serikat, perilaku tersebut dapat menurunkan efisiensi BBM sekitar 15–30 persen saat melaju di jalan tol, serta 10–40 persen dalam kondisi lalu lintas berhenti-dan-jalan (stop-and-go).

Selain itu, kebiasaan mematikan mesin saat berhenti dalam waktu lama juga dinilai efektif untuk menghemat BBM.

Hal ini terutama relevan ketika kendaraan terjebak kemacetan.

"Mengurangi konsumsi BBM bisa juga dengan menutup jendela saat melaju di kecepatan tinggi untuk menghindari hambatan udara, dan menggunakan AC seperlunya," imbuhnya.

Penggunaan pendingin kabin atau AC juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan, karena dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar hingga sekitar 20 persen, terutama saat kondisi cuaca panas.

Untuk efisiensi yang lebih optimal, kondisi kendaraan juga harus dijaga dengan baik.

Hal ini meliputi menjaga tekanan angin ban sesuai standar pabrikan, menghindari muatan berlebih, serta melakukan perawatan rutin kendaraan.

Servis berkala seperti penggantian oli, pembersihan injektor, hingga pengecekan sistem pembakaran menjadi faktor penting agar mesin tetap bekerja secara efisien.

"Mesin yang tidak terawat bisa lebih boros hingga 30 persen," Yannes menegaskan.

Kombinasi antara gaya berkendara yang efisien dan perawatan kendaraan yang rutin menjadi kunci utama dalam menghemat penggunaan BBM, terutama di tengah potensi kenaikan harga.

Sementara itu, PT Pertamina (Persero) pada Minggu, 1 Maret 2026, melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi di sejumlah wilayah.

Baca Juga: Bahlil Tegaskan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Mekanisme Pasar

Di kawasan Jabodetabek, harga Pertamax (RON 92) naik menjadi Rp12.300 per liter dari sebelumnya Rp11.800 per liter.

Kenaikan juga terjadi pada Pertamax Green (RON 95) yang menjadi Rp12.900 per liter dari Rp12.450 per liter pada Februari 2026, serta Pertamax Turbo (RON 98) yang naik menjadi Rp13.100 per liter dari Rp12.700 per liter.

Untuk jenis solar, Dexlite (CN 51) meningkat menjadi Rp14.200 per liter dari Rp13.250 per liter, sedangkan Pertamina Dex (CN 53) naik menjadi Rp14.500 per liter dari Rp13.500 per liter.

Adapun BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan harga, yakni Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

(Sumber: Antara)

x|close