Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan PT Pertamina (Persero) menanggung sementara buntut harga bahan bakar minyak (BBM) tidak mengalami perubahan.
Hal tersebut menyusul harga BBM yang masih ditahan meski harga minyak mentah dunia tengah bergejolak.
"Sepertinya Pertamina sementara ya," ucap Purbaya di Wisma Danantara Indonesia, Rabu 1 April 2026.
Purbaya menjelaskan pemerintah telah makin cepat membayar tunggakan pembayaran subsidi maupun kompensasi.
Baca juga: Harga Minyak Naik, Purbaya Prediksi Defisit APBN 2026 Aman di Bawah 3 Persen
"Dia mampu karena sekarang pembayaran dari pemerintah kan lancar, dan kompensasi kita bayar tiap bulan 70 pers terus-terusan," ungkap Purbaya.
Sehingga Bendahara Negara itu menyebut keuangan Pertamina dalam jangka pendek cukup baik.
"Untuk jangka waktu pendek enggak masalah," lanjutnya.
Purbaya memastikan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tetap kuat meski pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM.
Purbaya menegaskan pemerintah telah menghitung secara matang dampak dari fluktuasi harga minyak dunia terhadap APBN.
Menurut dia, kenaikan harga minyak mentah memang berpotensi menambah beban anggaran, namun kondisi tersebut masih dalam batas yang aman.
Baca juga: Terpopuler: Purbaya Pastikan APBN Tak Morat-marit, ASN WFH Tiap Jumat
"Sudah kita hitung semuanya, saya nambah beberapanya lupa. Yang jelas setiap 1 dolar AS per barel naik itu sekitar Rp6 triliun tambahan defisitnya. Tapi ini udah kita hitung semua kan," bebernya.
Purbaya menyebut pemerintah telah mengantisipasi jika harga minyak dunia rata-rata menembus level USD100 per barel.
Dalam kondisi tersebut, Bendahara Negara menyebut defisit APBN 2026 tetap dijaga di bawah batas aman yang ditetapkan pemerintah.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan PT Pertamina (Persero) menanggung sementara buntut harga bahan bakar minyak (BBM) tidak mengalami perubahan. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)