Harga Minyak Naik, Purbaya Prediksi Defisit APBN 2026 Aman di Bawah 3 Persen

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Apr 2026, 17:18
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tetap kuat meski pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tetap kuat meski pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tetap kuat meski pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Purbaya menegaskan pemerintah telah menghitung secara matang dampak dari fluktuasi harga minyak dunia terhadap APBN.

Menurut dia, kenaikan harga minyak mentah memang berpotensi menambah beban anggaran, namun kondisi tersebut masih dalam batas yang aman.

"Sudah kita hitung semuanya, saya nambah beberapanya lupa. Yang jelas setiap 1 dolar AS per barel naik itu sekitar Rp6 triliun tambahan defisitnya. Tapi ini udah kita hitung semua kan," ucap Purbaya di Wisma Danantara Indonesia, Rabu 1 April 2026.

Baca juga: Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi dan Non-Subsidi Tak Naik 1 April 2026

Lebih lanjut, Purbaya menyebut pemerintah telah mengantisipasi jika harga minyak dunia rata-rata menembus level USD100 per barel. 

Dalam kondisi tersebut, Bendahara Negara menyebut defisit APBN 2026 tetap dijaga di bawah batas aman yang ditetapkan pemerintah.

"Dengan rata-rata 100 dolar AS pun kita sudah kunci defisitnya di bawah 3 persen, sekitar 2,9 jadi nggak masalah," bebernya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan tidak ada kenaikan harga BBM subsidi maupun nonsubsidi pada 1 April 2026.

Bahlil menyebut keputusan tersebut berdasarkan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

"Pemerintah atas arahan Bapak Presiden dan hasil rapat, penyesuaian harga untuk BBM subsidi tidak ada penyesuaian naik atau turun. Artinya flat masih pakai harga sekarang," ucap Bahlil dalam konferensi pers virtual, Selasa 31 Maret 2026.

Baca juga:  Minta Masyarakat Tenang, DPR: Stok BBM RI Sangat-sangat Aman

Lebih lanjut, untuk BBM non-subsidi juga tidak ada perubahan harga.

Menurutnya Pertamina dan sejumlah SPBU swasta masih melakukan pembahasan soal harga BBM non-subsidi.

"Untuk BBM yang non-subsidi sampai dengan hari ini kami dengan tim Pertamina maupun dengan SPBU-SPBU swasta lain sedang melakukan pembahasan sampai waktu selesai Nah, waktunya kapan,tunggu dulu. Jadi artinya apa belum juga ada penyesuaian harga masih tetap sama," tandasnya.

x|close