Ntvnews.id
Kenaikan tersebut didorong oleh kontribusi sektor nonmigas yang mendominasi ekspor nasional. Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai mencapai 18,51 miliar dolar AS, diikuti pertambangan dan lainnya sebesar 2,15 miliar dolar AS, serta sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 0,39 miliar dolar AS.
Sementara itu, dari sektor migas, gas alam mencatat nilai 0,57 miliar dolar AS, hasil minyak 0,39 miliar dolar AS, dan minyak mentah 0,13 miliar dolar AS.
Baca Juga: Rupiah Kamis Dibuka Menguat Rp16.982 per Dolar AS, Didorong Surplus Perdagangan RI
Beberapa faktor turut mendukung kinerja ekspor nasional, di antaranya kondisi manufaktur negara mitra dagang utama seperti India, Jepang, China, dan Amerika Serikat yang berada di zona ekspansif.
Selain itu, harga komoditas unggulan Indonesia seperti batu bara dan minyak kelapa sawit mengalami kenaikan di pasar global. Komoditas nikel dan turunannya juga memberikan kontribusi signifikan dengan nilai mencapai 711 juta dolar AS pada Februari 2026.
Dari sisi komoditas, sejumlah barang mengalami peningkatan ekspor dibandingkan Januari, di antaranya lemak dan minyak hewan/nabati dengan nilai 3,4 miliar dolar AS (naik 9,02 persen), kendaraan dan bagiannya sebesar 1,2 miliar dolar AS (naik 17,70 persen), serta produk kimia sebesar 0,9 miliar dolar AS (naik 20,94 persen).
Baca Juga: Rupiah Menguat ke Rp16.986 per Dolar AS Seiring Harapan Redanya Konflik Timur Tengah
Kenaikan juga terjadi pada mesin dan peralatan mekanis serta gas alam yang masing-masing tumbuh 4,61 persen dan 20,85 persen.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menegaskan bahwa sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama ekspor nonmigas.
Ia mengatakan, “Sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama peningkatan kinerja ekspor nonmigas sepanjang Januari sampai Februari 2026. Ekspor yang naik cukup besar yaitu minyak kelapa sawit.”
Berikut Infografiknya:
Kinerja ekspor Indonesia pada Februari 2026 mencatatkan hasil positif di tengah situasi perekonomian global yang sedang tidak kondusif, dibuktikan dengan kenaikan dibanding bulan sebelumnya. (Antara)
Kinerja ekspor Indonesia pada Februari 2026 mencatatkan hasil positif di tengah situasi perekonomian global yang sedang tidak kondusif, dibuktikan dengan kenaikan dibanding bulan sebelumnya. (Antara)