Infografik: Pemerintah Realokasikan APBN 2026 untuk Redam Dampak Ekonomi Global

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Apr 2026, 19:00
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
emerintah melakukan realokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 merespons kondisi perekonomian global yang tengah dinamis imbas kenaikan harga minyak dan konflik di Timur Tengah. emerintah melakukan realokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 merespons kondisi perekonomian global yang tengah dinamis imbas kenaikan harga minyak dan konflik di Timur Tengah. (Antara)

Ntvnews.id , Jakarta - Pemerintah melakukan realokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebagai langkah strategis untuk merespons dinamika perekonomian global yang tengah bergejolak.

Kebijakan ini diambil di tengah tekanan kenaikan harga minyak dunia serta konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada stabilitas ekonomi global.

Nilai realokasi anggaran tercatat mencapai Rp121,2 triliun hingga Rp130,2 triliun yang bersumber dari sejumlah pos belanja, seperti perjalanan dinas, rapat, belanja nonoperasional, kegiatan seremonial, serta belanja lainnya.

Baca Juga: Pemerintah Optimalkan APBN, Belanja K/L Rp130 Triliun Dialihkan Lebih Produktif

Anggaran tersebut kemudian dialihkan ke sektor yang lebih produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat, termasuk untuk kebutuhan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera.

Selain realokasi anggaran, pemerintah juga menerapkan berbagai kebijakan penghematan belanja.

Di antaranya mempercepat penerapan biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026, menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk menekan biaya kendaraan hingga Rp6,2 triliun, serta mengoptimalkan program Makan Bergizi Gratis menjadi lima hari yang berpotensi menghemat hingga Rp20 triliun.

Pemerintah juga melakukan penataan ulang belanja prioritas kementerian dan lembaga agar lebih efisien dan tepat sasaran.

Baca Juga: Terpopuler: DPR Panggil Kejari Karo Meski Amsal Sitepu Bebas, Purbaya Prediksi Defisit APBN 2026 Aman

Langkah realokasi ini diharapkan memberikan sejumlah manfaat, antara lain menjaga defisit anggaran tetap terkendali di kisaran 3–4 persen pada akhir tahun, mempertahankan daya beli masyarakat, serta menekan laju inflasi tanpa menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Selain itu, kebijakan ini juga dirancang agar APBN mampu menjadi bantalan terhadap gejolak ekonomi global yang tidak menentu.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

, menegaskan bahwa kondisi ekonomi nasional masih dalam keadaan stabil.

Ia mengatakan, “Kondisi perekonomian nasional tetap stabil dengan fundamental yang kokoh. Untuk itu kebijakan berikut ini diambil agar masyarakat tetap tenang dan tetap produktif.”

Berikut Infografiknya: 

emerintah melakukan realokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 merespons kondisi perekonomian global yang tengah dinamis imbas kenaikan harga minyak dan konflik di Timur Tengah. <b>(Antara)</b> emerintah melakukan realokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 merespons kondisi perekonomian global yang tengah dinamis imbas kenaikan harga minyak dan konflik di Timur Tengah. (Antara)

x|close