Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026.
Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga energi global.
Airlangga menyebut bahwa pemerintah telah mengambil keputusan bersama PT Pertamina (Persero) untuk mempertahankan harga BBM bersubsidi.
"Guna menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli seperti yang sudah diumumkan pada tanggal 31 Maret yang lalu, pemerintah dan Pertamina ini sudah memutuskan untuk tidak menaikan harga BBM bersubsidi," ucap Airlangga dalam konferensi pers, Senin 6 April 2026.
Baca juga: Bahlil Buka Opsi Impor Minyak dari Rusia Demi Jaga Pasokan BBM
Tangkapan layar - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers secara virtual dari Korea Selatan yang dipantau di Jakarta, Selasa (31/3/2026). ANTARA/Imamatul Silfia/aa. (Antara)
Baca juga: APBN Diprediksi Hanya Mampu Menahan Kenaikan BBM Dalam Hitungan Minggu
Menurutnya penegasan kembali jenis BBM yang masuk dalam kategori subsidi , yakni Pertalite dan Bio Solar agar tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat.
"BBM bersubsidi kan ada dua yaitu Biosolar dan Pertalite. Ini supaya jelas ya," lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Airlangga menyebut pemerintah telah mempertimbangkan pergerakan harga minyak dunia.
Selama harga minyak global masih berada dalam batas asumsi yang ditetapkan, menurutnya harga BBM bersubsidi dapat dipertahankan hingga akhir tahun.
"Selama harga minyak tidak lebih dari 97 dolar per barel secara rata-rata maka harga BBM ini bisa kita pertahankan sampai bulan Desember tahun ini," tandasnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026.