Mendes Yandri Ajak Baznas Wujudkan Program Desa Zakat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Apr 2026, 09:15
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto bertemu Ketua Baznas Sodik Mudjahid beserta jajaran di Kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Jakarta, Senin (6/4/2026). ANTARA/HO-Humas Kemendes PDT Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto bertemu Ketua Baznas Sodik Mudjahid beserta jajaran di Kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Jakarta, Senin (6/4/2026). ANTARA/HO-Humas Kemendes PDT (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengajak Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk bersinergi dalam menghadirkan program desa zakat sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa.

“Nah, ini mau saya tumbuhkan kesadaran itu, kamu dapat duit dari Allah SWT ya kamu keluarkan dong zakat malnya. Jangan hanya kamu menikmati hasilnya saja. Nah itu bisa sebenarnya untuk juga membangun desa, meningkatkan SDM-nya, beasiswa untuk pendidikan dan lain-lain,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan Yandri saat bertemu Ketua Baznas, Sodik Mudjahid, beserta jajaran di Kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Jakarta, Senin, 6 April 2026.

Baca Juga: Kasus Baznas Jabar Diselidiki Kejati, Dugaan Penyelewengan Dana Zakat dan Hibah Capai Rp13,3 Miliar

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat untuk memperkuat kerja sama, mulai dari peningkatan literasi zakat di desa, pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), hingga pengembangan desa percontohan berbasis zakat.

Yandri menilai Kemendes PDT dan Baznas memiliki kesamaan peran dalam mendorong kesadaran masyarakat desa untuk menunaikan kewajiban berzakat.

“Oleh karena itu, kampanye literasi zakat harus simpel, masuk akal, mudah dipahami dan mereka mau,” ujar dia.

Ia juga menjelaskan bahwa sejumlah program ekonomi desa yang tengah berjalan, seperti budidaya ayam petelur, lele, nila, hingga ayam pedaging, memiliki potensi untuk dikaitkan dengan penguatan zakat.

Menurutnya, pelaku usaha di desa, baik individu maupun kelompok, perlu didorong untuk menunaikan zakat mal dari penghasilan yang diperoleh.

Baca Juga: Baznas Himpun Rp4,3 Miliar dari Zakat Istana 2026

Sementara itu, Ketua Baznas Sodik Mudjahid menegaskan komitmen pihaknya dalam memperkuat kolaborasi dengan Kemendes PDT guna mengoptimalkan potensi zakat di desa.

Ia mengungkapkan terdapat empat langkah utama yang akan dijalankan, yakni meningkatkan pengumpulan zakat, memperkuat kolaborasi, memperluas pembentukan UPZ hingga ke tingkat desa, serta menjaga amanah dalam pengelolaan zakat.

“Ada empat hal yang akan kami lakukan, meningkatkan potensi pengumpulan zakat, kolaborasi, UPZ-UPZ harus sampai desa dan menjaga amanah zakat tersebut,” ujar Sodik.

(Sumber: Antara)

x|close