Ntvnews.id
Menurut BRI Group, peningkatan tersebut tidak hanya mencerminkan ekspansi bisnis yang agresif, tetapi juga menunjukkan pengelolaan risiko yang semakin solid dan matang.
“Kinerja PNM yang terus membaik menjadi refleksi bahwa pendekatan ekosistem ini efektif dalam menciptakan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,” kata Group CEO BRI Hery Gunardi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 16 April 2026.
Tidak hanya dari sisi laba, total aset PNM juga mengalami peningkatan yang cukup tajam, dari Rp31,7 triliun pada 2020 menjadi Rp57,0 triliun pada 2025.
Baca Juga: Bank BRI Gelar Imlek Prosperity 2026 untuk Sambut Tahun Kuda Api dengan Pengalaman Eksklusif
Perusahaan menilai bahwa pertumbuhan ini mencerminkan ekspansi usaha yang semakin luas namun tetap diimbangi dengan kualitas bisnis yang terjaga.
Seiring dengan itu, total liabilitas juga meningkat dari Rp26,1 triliun pada 2020 menjadi Rp45,3 triliun pada 2025. Hal ini menunjukkan semakin besarnya kapasitas intermediasi perusahaan dalam menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat prasejahtera yang produktif.
Dari sisi permodalan, fundamental PNM semakin kuat dengan total ekuitas yang tumbuh lebih dari dua kali lipat, yakni dari Rp5,6 triliun pada 2020 menjadi Rp11,7 triliun pada 2025.
Penguatan struktur permodalan ini dinilai menjadi landasan penting untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan bisnis sekaligus meningkatkan ketahanan perusahaan dalam menghadapi berbagai dinamika ekonomi.
Perseroan juga menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari sinergi dalam ekosistem Holding Ultra Mikro yang mengintegrasikan kekuatan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Pegadaian, dan PNM.
Melalui kolaborasi ini, PNM mampu memperluas jangkauan layanan, meningkatkan skala ekonomi, serta memperkuat kapabilitas bisnis melalui dukungan digitalisasi dan integrasi sistem yang mendorong efisiensi operasional.
Menurut Hery, Holding Ultra Mikro menjadi platform strategis untuk menciptakan sinergi lintas entitas guna meningkatkan skala bisnis, efisiensi, serta kualitas pertumbuhan perusahaan.
Ekosistem ini juga berperan dalam memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat prasejahtera, terutama perempuan pelaku usaha ultra mikro.
Baca Juga: Cerita Anastasia, Nasabah PNM Mekaar Bikin Salon Gratis untuk ODGJ
Dampaknya tidak hanya dirasakan pada kinerja keuangan perusahaan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat serta peningkatan inklusi keuangan di tingkat nasional.
“Ke depan, Holding Ultra Mikro akan terus kami dorong sebagai enabler utama dalam membangun ekosistem keuangan yang terintegrasi,” kata Hery.
Dengan sinergi yang semakin kuat antara BRI, Pegadaian, dan PNM, ia optimistis jangkauan layanan akan semakin luas serta mampu mendorong inklusi keuangan yang lebih relevan bagi kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Para karyawan Holding Ultra Mikro BRI Group. (ANTARA/HO-BRI) (Antara)